41. SAATNYA BERPIKIR ULANG MENCAPAI DERAJAT INDONESIA RAYA? JANGAN MIMPI!

41. SAATNYA BERPIKIR ULANG MENCAPAI DERAJAT INDONESIA RAYA? JANGAN MIMPI!

Pertiwi memang cantik jelita. Kekayaannya pun luar biasa. Karena itu, ia pernah lepas dari suaminya. Diperkosa ratusan tahun oleh Belanda, lima tahun oleh Inggris, dilanjutkan Jepang selama tiga setengah tahun. Meski demikian, Pertiwi tetap mempesona.

Setelah semua pemerkosanya pergi, bukan suaminya yang kembali mendampinginya tetapi suami kontrak lima tahunan yang datang. Ia datang “bukan” atas kemauannya sendiri, tetapi atas kemauan anak-anaknya yang besar-besar.

Mereka menganggap, ayah mereka sudah tidak layak pakai, usang, kuno, feodal, dan entah apa lagi. Yang jelas, mereka menganggap ayah mereka tidak layak disejajarkan dengan tuntutan modern. Mereka malu disebut sebagai bangsa primitif jika tidak ikut arus global …

Anak-anak Pertiwi yang besar-besar lupa, bahwa tidak ada sejarahnya ayah mereka terlibat korupsi. Tidak ada sejarahnya, ayah mereka mengeksploitasi kekayaan alam. Tidak ada sejarahnya, ayah mereka berhutang sampai tujuh turunan kepada asing…

Baik pemerkosa maupun suami kontrak punya anak dengan Pertiwi, bentuk mereka tidak karu-karuan, polah-tingkah mereka pun tidak sesuai aturan, nyaris tidak ada yang dapat dibanggakan. Hanya ada satu kelebihan mereka, bohong dengan b besar dan tebal. Padahal katanya, kalau merdeka itu adil, makmur, murah sandang, murah pangan, dan seterusnya.

Ketika angin perubahan mulai bertiup. Kesadaran akan arti penting mencintai Pertiwi apa adanya mulai tumbuh. Jiwa Indonesia yang masih tergadai harus ditebus dengan mengibarkan bendera putih, bukan yang lain. Dengan begitu, tamat sudah riwayat ”Candha Bhirawa Prabu Salya”. Dengan begitu, peta politik berubah dari pragmatis menjadi emansipatif. Dengan begitu, tamat sudah riwayat massa mengambang.

Raja Garuda yang hampir 64 kali terbang mengelilingi simbul merdeka sambil menutup mata harus diingatkan bahwa ”tawaf” –nya sudah cukup. Sudah hampir tiba saatnya, simbul merdeka dicabut dan ditempatkan pada tempat yang semestinya … yaitu pada 17 Romadhon 1 I (baca: 17 Romadhon tahun 1 Indonesia). Sekedar informasi, Indonesia lahir pada 1 Lebaran 1 I. Bangsa Manusia Indonesia lahir pada 27 Rajab 1 I … manusia Indonesia lahir sebelum bangsa Indonesia. Antara mencabut dan menancapkan harus selesai dalam sehari, tidak boleh lebih.

Kelak, bangsa Indonesia sadar bahwa mereka TIDAK PERNAH dijajah oleh bangsa manapun. Ingat, ketika itu, meski denyut jantung suami Pertiwi tinggal satu-satu, di sana masih ada Yogyakarta dan Aceh yang masih berdaulat sampai akhir perang kemerdekaan 1949. Oleh karena itu, mental sebagai bangsa inferior yang ditanamkan kaum orientalis harus dibuang jauh-jauh. Saya, Anda, dan leluhur kita adalah bangsa manusia merdeka.
Apakah ini berarti melupakan sejarah? Tidak, justru meluruskan sejarah tanah air. Oleh karena, selama bangsa ”anak-anak” Indonesia masih suka bermain lumpur maka selama itu pula jangan pernah bermimpi untuk mencapai derajat INDONESIA, apalagi INDONESIA RAYA. Sebab, untuk mencapai INDONESIA maka bangsa Indonesia harus mandi bersih, berbaris rapi selama sembilan tahun, dan taat pada pemerintah.

Pertanyaannya sederhana, apakah masih suka berbohong atau dibohongi? Jika jawaban Anda ”TIDAK” maka Anda telah siap berpikir ulang. Sesungguhnya, INDONESIA masih kosong. Sampai di titik ini, mudah-mudahan Anda mengerti dengan yang saya maksud.

Wallahualam.

Catatan : Hmm, memang dari semula, negeri ini lahir karena tipu-tipu, Generasi ’45 -pun menjadi generasi yang dikorbankan … Tragis!

Posted in Noto Penguasa | Tagged , , , | 89 Komentar

137. Kunjungan Rumah, Sebuah Bentuk Komunikasi yang Sering Terlupakan

Hubungan yang harmonis antara sekolah dengan orangtua /wali murid menjadi dambaan kita semua. Bentuk hubungan pun bermacam-macam, sat di antaranya adalah mengadakan kunjungan rumah. Sudah barang tentu, dalam hal ini, guru sebagai abdi masyarakat meluangkan waktu barang sejenak untuk melaksanakannya. Memang, dalam era yang sarat dengan kesibukan rutin dan ditambah dengan kesibukan insidentil, mengadakan kunjungan rumah merupakan kejadian yang langka. Jadi, sebuah fenomena yang wajar. Continue reading

Posted in Sisipan | Tagged , , ,

35. Apakah raja digaji?

Jawaban :
Perlu diperhatikaan bahwa raja yang dimaksud dalam Tarian Raja Garuda bukan raja yang telah dikenal. Raja yang dimaksud adalah Noto, atau yang setelah di- INDONESIA -kan menjadi Nata.
Mengapa dengan raja yang telah dikenal? Apakah mereka disingkirkan begitu saja setelah bakti mereka berikan? Sesungguhnya, masa bakti raja yang telah dikenal sebagai raja telah usai. Sederhananya, raja yang telah dikenal telah naik kelas dengan menjadi Nata. Continue reading

Posted in Tanya Jawab | Tagged ,

34. Sudah berhasilkah upaya pemberantasan korupsi di Indonesia? Upaya apa yg sebaiknya dilakukan indonesia untuk menekan angka korupsi di indonesia?

Sudah berhasilkah upaya pemberantasan korupsi di Indonesia? Upaya apa yg sebaiknya dilakukan indonesia untuk menekan angka korupsi di indonesia.?
Jawaban : Belum, sebab korupsi telah tersusun secara sistemik. Yaitu sejak anak memasuki bangku sekolah. Oleh sebab itu, pendekatan hukum saja tidak cukup untuk memberantas perilaku tersebut. Untuk menekan dan sekaligus menghapus perilaku koruptif dari muka bumi Nusantara, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, harus dimulai dari institusi pendidikan … Hulunya pendidikan ada di Kelas I Sekolah Dasar (SD). Hulunya Kelas I ada pada mata pelajaran. Hulunya mata pelajaran ada pada ilmu. Ratunya ilmu adalah Matematika … dan Jantung Matematika adalah Bilangan. Sementara sistem bilangan yang dipakai adalah sistem bilangan HinduArab. Oleh sebab itu, jika dan hanya jika para Anti Korupsi mampu menyingkap apa yang diajarkan di Kelas I SD maka, menyelesaikan kasus korupsi itu lebih cepat dari memijat buah tomat … Sederhananya, untuk memangkas angka korupsi maka BENAHI Kelas I SD.
Memang, untuk melakukan hal itu diperlukan sebuah kebijakan politik edukatif …

Posted in Tanya Jawab | Tagged , , ,

33. Mungkinkah Indonesia dijajah negara lain lagi?

Jawaban :
Lho, memangnya Indonesia sudah merdeka beneran? Memang, Badan Indonesia sudah merdeka. Namun, Jiwa Indonesia MASIH TERGADAI. Untuk membuktikan hal ini, silakan lihat ilmu dasar yang diajarkan di sekolah. Semua ilmu dasar tersebut adalah aindonesiais. Alhasil, (sebagian) mantan murid menjadi asing di negara sendiri (ada yang kebarat-baratan, ada yang kearab-araban, ada yang keamerika-amerikaan, dsb). Padahal, dari ilmu dasar tersebut akan lahir sebuah sistem yang utuh, sesuai dengan budaya bangsa yang luhur … Untuk memerdekan Jiwa Indonesia tidak gampang … RI 1 harus bisa mengembalikan situasi negara ke posisi 17 Agustus 1945. Nah, sudah siapkah semuanya untuk berubah? Jika sudah siap, kabari saya … Jika belum siap, kabari kawan Anda …

Posted in Tanya Jawab | Tagged , ,

136. UMAR bin KHOTOB MASUK ISLAM

Kramagung
Di sebuah pemberhentian khafilah di pinggiran kota Mekah. Dua orang lelaki berjalan melintas. Wajah mereka nampak keras diterpa angin gurun. Sayup-sayup terdengar irama padang pasir nan merdu mendayu …
(Hamdan dan Fariz keluar)
Adegan 1
Hamdan : Panas kali ini benar-benar terik
Fariz : Iya, oase-oase makin susut saja airnya
Hamdan : Sepertinya, tuhan Latta benar-benar murka
Fariz : Hmm, masuk akal …Tapi, mengapa?
Hamdan : Kau tahu kan? Pengikut Muhammad makin banyak
Fariz : Ah, soal itu … aku tahu … semua orang juga tahu …
Hamdan : Itulah penyebabnya
Fariz : Berarti, harus dicegah … Jangan sampai orang-orang memeluk agama Islam
Hamdan : Iya, kita boikot mereka
Fariz : Siiip … jangan mau membantu mereka
Hamdan : Biar tahu rasa
Fariz : Biar kapok … Enak-enak ikut tuhan Latta ganti ikut tuhan lain … Continue reading

Posted in Drama | Tagged , ,