Arsip Tag: cerpen

Matahari -pun Tertunduk Malu

Galah panjangnya, masih sangat kurang panjang untuk menggapai buah kelapa. Tak kurang akal, Ibu Pertiwi pun mengangkat tangga yang biasa dipakai suaminya untuk membersihkan sarang laba-laba yang mengotori rumahnya. Lanjut membaca

Ditulis pada selembar | Di-tag , , , ,

Mental Kuli

Ibu Pertiwi tercenung. Eranya sudah beda. Jenis tantangan sudah beda, jika masih juga menggunakan cara yang sama, cara yang lama, tentunya akan tergerus zaman Lanjut membaca

Ditulis pada selembar | Di-tag , , , ,

Pak Kacuk

“Ha? Kamu minta khitan lagi?”
Si anak sulung yang sudah perjaka itu mengangguk malu, “ Mari, Pak Kacuk … ,” katanya sembari melangkah menuju biliknya.
Kali ini, Pak Kacuk tersenyum … Orang-orang di rumah Ibu Pertiwi pun tersenyum Lanjut membaca

Ditulis pada selembar | Di-tag , , , , ,

Rohani Demam

“Hmm, … sebuah pengulangan sejarah,” guman Ibu Pertiwi tertahan. Tiba-tiba ia teringat pada Rohadi, ayah si Rohani. Dulu, Rohadi juga kena demam beragama, malah sampai mengamuk, membunuh orang, lantas pingsan sendiri, koma sendiri, dan masuk rumah sakit sendiri. Lanjut membaca

Ditulis pada selembar | Di-tag , , , , ,