-
Anda Pengunjung ke-
- 18,575 hits
Pengantar
Selamat datang.
Semua tulisan dalam Tarian Raja Garuda akan dapat Anda pahami jika dibaca dengan hati. Untuk itu, lepaskan semua ikatan Anda. Ikatan yang tersisa antara saya dengan Anda hanyalah Allah SWT /Tuhan YME yang menguasai hidup mati kita dan Indonesia sebagai tanah air kita.Tarian Raja Garuda bersifat umum tetapi tidak untuk umum. Tarian ini mempunyai 14 macam gerak, 7 gerak menyentuh aspek materi, dan 7 gerak yang lain menyentuh aspek immateri ... INDONESIA (bukan Indonesia, apalagi indonesia) menanti di seberang jalan.
Dalam kesempatan ini, saya menghaturkan terima kasih kepada Wordpress karena telah memberi tampat kepada saya untuk mengabarkan kepada dunia bahwa Tarian Raja Garuda masih ada.
Terima kasih atas kunjungannya, salam.
Penutup
Hanya sampai di sini membumikan Negeri Khayangan yang dapat saya lakukan. Jika yang saya sampaikan itu benar maka kebenaran itu milik Allah SWT, jika salah maka sebagai manusia biasa saya minta maaf. ”Tak” ada keharusan bagi Garuda untuk melaksanakan Tarian Raja Garuda. Asal tidak malu membangun kebohongan di atas kebohongan, lanjutkan. Asal tidak malu memperkaya diri sendiri di atas kemiskinan orang lain, lanjutkan. Asal tidak malu ..., asal tidak malu ..., lanjutkan. Ingat, yang dinilai actionnya, bukan yang dikatakannya. Salam.Tanda
Agama Artikel asal Bahasa Indonesia bangsa Belajar bela negara bohong cerpen Drama ekonomi Guru Indonesia kanal keadilan kelurahan korupsi Koruptor manusia militer mimpi negara negeri Noto Bela Negara Noto Pendidikan Opini pemerintah pendidikan Politik presiden raja rakyat reformasi Rupiah sekolah dasar serba serbi sistem sok tahu tanya jawab tarian tentara tidak tuan uang umumpemilik tarian raja garuda
Hitam-Putih
Arsip Tag: serba serbi
60. Tempat Dewa di Khayangan
Lho, masak “dewa” suka mengganggu? “Dewa” kan baik hati, demikian mungkin pikir Anda. Memang, dewa baik hati, tetapi “dewa” tidak. Alih-alih baik hati, perilakunya tidak ada yang patut dicontoh. Anda tahu lintah, atau paling tidak pernah mendengar? Jika belum, baiklah. Saya beri tahu, lintah adalah makhluk penghisap darah, bentuknya seperti cacing. Jika dibunuh dengan cara yang salah maka jumlahnya kian banyak. Begitulah “dewa”. Lanjut membaca
15. Komunis, siapa takut? Kapitalis, siapa pula yang takut?
Pada padang perburuan yang bebas, di situlah berlaku hukum komunis. Namun, ketika para pemburu sudah berhasil menangkap buruannya, di situ berlaku hukum kapitalis. Ketika pemburu yang satu merebut hasil buruan pemburu yang lain, maka bukan nilai Pancasila yang dipakai, namun nilai bar-bar… Setahu saya, antara komunis dan kapitalis itu bersaudara, kembar malah. Oleh sebab itu, INDONESIA -is tidak takut komunis dan juga tidak takut kapitalis. Lanjut membaca
14. Apa akibat dari buta huruf 100% terhadap Aksara Indonesia?
urgensitas akan kemunculan Aksara Indonesia berkaitan dengan perindustrian. Dengan memiliki aksara sendiri, paling tidak, pasar industri berbasis aksara berada di tangan bangsa sendiri. Sebab, di situ terjadi perubahan secara alami /tidak terjadi lompatan teknologi –dari manual ke teknologi sederhana, lalu ke teknologi tinggi. Lanjut membaca
13. Haruskah menghormati institusi agama?
haruskah menghormati institusi agama? Jawabannya, harus. Caranya? Agama HARUS belajar menghormati dirinya sendiri. Tanpa itu, agama hanya tinggal kata dan akan kehilangan makna. Lanjut membaca
12. Bagaimana cara menghormati institusi raja?
Kembali ke pertanyaan, bagaimana cara menghormati institusi raja? Jawabannya sederhana, seperti Anda menghormati diri Anda sendiri, seperti Anda menghormati orangtua Anda, dan seperti Anda menghormati guru Anda. Nata Negara, sekalipun raja, tetaplah manusia biasa, seperti saya dan juga seperti Anda. Lanjut membaca

