1. Nasihat kepada Presiden

Assalamualaikum wr. wb.

1. Mungkin, sudah waktunya bagi Bapak memimpin bangsa ini Meretas Jalan Menuju Indonesia Raya dengan menetapkan WAJIB (BELAJAR) BELA NEGARA  pada 2 Mei 2007.  Kemudian, pada 17 Agustus 2007 sebagai start masa transisi. Era ini berakhir pada 17 Agustus 2016. Selama masa transisi  digunakan UUD 1945 dan tidak ada hajat nasional –misal, pemilu, pilpres. Dalam keadaan terpaksa,  regenerasi kepemimpinan dilakukan secara senioritas. Jangam gamang. (24 Maret 2007)

2. Masalahnya, adakah kemauan mengubah pola pikir para elit negara. Sebab, yang diperlukan bukan sekedar tangan kuat tapi juga kemauan merapatkan berisan, melepaskan kepentingan sesaat (politis), dan juga kejujuran intelektual. Dan, semua itu berpulang kepada niat mereka (untuk apa dan untuk siapa. Benarkah untuk Indonesia?). WAJIB (BELAJAR) BELA NEGARA  menjadi penting sebab kerusakan yang ditimbulkan oleh sistem yang permisif telah melanda semua lini kehidupan. (5 Maret 2007)

3. Meretas Jalan Menuju Indonesia Raya perlu skenario besar. Setelah WAJIB (BELAJAR) BELA NEGARA pada 2 Mei 2007, antara 3 Mei 2007 s.d. 16 Agustus 2007 menyamakan persepsi elit negara, dari mana harus memulai untuk merealisasikan cita-cita para pahlawan. Dengan pendekatan bilangan, InsyaAllah, semua tersentuh dan aman. Selama masa transisi, gunakan Sistem Bilangan Peralihan (desimal basis seratus).  Rumus, NEGARA MENGUASAI BILANGANNYA, RAKYAT MENGUASAI LAMBANG BILANGANNYA.

4. Dengan Sistem Bilangan Peralihan, secara formal jumlah uang tetap tetapi ecara material bertambah. Selama masa transisi akan terjadi banjir uang. Dengan menggunakan parameter tertentu, hak gaji rakyat yang hidup di jalur birokrasi yang telah dikorup oleh Sistem Bilangan Hindu Arab akan terbayar –sekedar info, gaji yang mereka terima hanya berkisar antara 1 s.d. 10 % dari hak mereka. Jadi, jika di antara mereka ada yang melakukan tindak korupsi, siapa yang salah? (10 Maret 2007)

5. Bentuk PPKI II dengan Kepala Negara sebagai Ketua. Anggota berasal dari dalam struktur, dari luar struktur, dan elit yang terlempar keluar struktur. Jumlah anggota 1110 orang (Sepakati Pembukaan UUD RI 1945, MERAH PUTIH, PANCASILA, dan simbul-simbul kenegaraan lainnya yang dijadikan dasar rujukan). Mereka HARUS mampu melompat keluar dari semua ikatan yang membelenggunya. Ikatan yang tersisa hanya ALLAH (Tuhan mereka) dan IBU PERTIWI (Maaf, bagi yang bertuhan selain DIA) (12 maret 2007)

6. Tugas ke- 1 PPKI II yaitu NOTO BILANGAN.  Sistem Bilangan Indonesia : satu (10 pangkat 0); puluh (10 pangkat 1); ratus (10 pangkat 2); ribu (10 pangkat 4); laksa (10 pangkat 8); keti (10 pangkat 16); juta (10 pangkat 32); miliar (10 pangkat 48); NOTO (10 pangkat 64); triliun (10 pangkat 96); INDONESIA (10 pangkat 128), dan kelak INDONESIA RAYA (10 pangkat 256). Pengertian miliar berubah, dari ribu juta menjadi keti juta. Dengan Revolusi Bilangan ada dana untuk melakukan REVOLUSI PEMBANGUNAN, tanpa menunggu investor. Revolusi butuh “fulus”.

7. Tugas ke- 2, NOTO LAHAN KEHIDUPAN. Dengan memandang 17 Agustus 1945 sebagai start pembagian lahan kehidupan (start berakhir pada 29 desember 1949), ada dua lahan bagi rakyat untuk mencari biaya hidup. Masing-masing lahan memiliki rakyat. LAHAN I (di dalam birokrasi) adalah periuk nasi bagi RAKYAT A. LAHAN II (di luar birokrasi) adalah periuk nasi bagi RAKYAT B. Unsur B yang masuk LAHAN I itulah PNS/PNM. Jika berani jujur, RAKYAT A -lah MAJIKAN bagi PNS/PNM. Panggil TUAN LAHAN I PULANG.

8. Tugas ke- 3, NOTO UANG. Bank Indonesia HARUS MEREFISI BILANGAN UANG. 1000 bukan SERIBU, tetapi SEPULUH RATUS; 5000 bukan LIMA RIBU, tetapi LIMA PULUH RATUS; 10000 bukan SEPULUH RIBU, tetapi SERIBU; 20000 bukan DUA PULUH RIBU, tetapi DUA RIBU; 50000 bukan LIMA PULUH RIBU, tetapi LIMA RIBU; 100000 bukan seratus ribu, tetapi SEPULUH RIBU. Senering dilakukan pada akhir masa transisi, 1 rupiah menjadi 1 sen; 100 rupiah menjadi 1 ketip; 10000 rupiah menjadi 1 rupiah uang baru. Dengan kata lain, koofesien 1 : 10000. (15 Maret 207)

9.  Tugas ke- 4, NOTO PENDIDIKAN. Lepaskan pendidikan dari jerat sutera eksekutif.  Saat pendidikan dapat “MERDEKA”  maka MILITER, UANG, HUKUM, AGAMA, dan 100 peri kehidupan rakyat pun merdeka. Pendidikan diurus oleh Guru. GURU PENDIDIKAN NASIONAL adalah posisi puncak strata guru. Jika ditarik ke bawah akan ada Guru Pendidikan Kelurahan –yang mengurus SD. Guru Pendidikan Nasional memimpin Gubernur Pendidikan Nsional, Kepala (bukan menteri) Pendidikan Nsional, dan Guru Pendidikan Bagian. (19 /20 Maret 2007)

10. Tugas ke- 5, NOTO AGAMA. Indonesia bukan negara teokrasi namun posisi agama sangat sentral. IMAM INDONESIA adalah pemimpin tertinggi umat beragama. Pada teritorial  X dengan mayoritas penganut agama Y maka di situ berdiri Departemen Agama (Depag) Y. Kedudukan Depag tersebut sebagai “pemerintah daerah agama”.  Urusan agama diurus pemerintah agama itu sendiri. Muslim yang bekerja pada Lahan Kehidupan sendiri (lihat nomor 7) cukup membayar zakat, bukan pajak. Nasabah bank yang Muslim secara otomatis menggunakan sistem syariah.

11. Tugas ke- 6, NOTO ILMU. Ilmu “lokal” Indonesia harus dipoles dan diaktualisasi sehingga dapat menasional dan mendunia. Untuk itu, isi Keppres no 128/1967 perlu dijadikan panduan. Dengan begitu, semua sentral budaya “lokal”  dapat terakomodir.  Agar tidak “liar” ilmu tersebut harus disaring dengan ilmu transedental. Dalam khasanah INDONESIA, Ilmu berada dalam naungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Posisi LIPI diperkokoh sebagai lembaga tinggi negara.

12. Tugas ke- 7, NOTO TARIKH. Bangsa-bangsa timur menggunakan bulan sebagai dasar penghitungan waktu sebab ada kaitan dengan kegiatan agama. Kutai di Kalimantan Timur adalah start INDONESIA. Jika dikonversikan ke dalam KALENDER INDONESIA adalah 27 Rajab 1 I (baca : 27 Rajab tahun 1 Indonesia); 17 Ramadhan 1 I, memanusiakan Manusia Indonesia; 1 Lebaran (2 Syawal) adalah Tahun Baru Indonesia; Dan, 17 Agustus 1945 = 9 Ramadhan 1364 H = 9 Ramadhan 1592 I. Konsekuensi, luruskan sejarah dengan menutup lembar kelam negeri pada 17 Agustus 2016.  (22 Maret 2007)

13. Tugas ke- 8, NOTO BELA NEGARA. Ada 10 saluran bela negara, antara lain : 1. Pertahanan dan Keamanan Militer; 2. Pertahanan dan Keamanan Sipil; 3. Pertahanan dan Keamanan Rakyat  (catatan : 1/2 Rakyat A di Lahan I, 3 Rakyat B di Lahan II); 4. Keamanan Militer (PNM); 5. Keamanan Sipil (Tentara Tuhan); 6. Keamanan Rakyat; 7. Pertahanan Militer (Polisi); 8. Pertahanan Sipil (PNS); 9. Pertahanan Rakyat (Pekerja); 10. Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta. Sebagai tambahan, Polisi adalah militer yang di-sipil-kan karena faktor usia /fisik, misalnya untuk bintara 48 tahun, dan seterusnya. Usia 64 tahun, purna tugas.

14. Tugas ke- 9, NOTO NUSA. Satuan teritorial : 1. NKRI; 2. Bagian; 3. Wilayah; 4. Provinsi; 5. Karesidenan; 6. Kabupaten; 7. Kota; 8. Kawedanan; 9. Kecamatan; 10. Desa; 11. Kelurahan. Dalam kondisi normal, rasio antar level adalah 1 : 10.  Satu dari sepuluh tersebut diberi nama INDONESIA. Nah, ke INDONESIA itu -lah Rakyat A (lihat  nomor 7) pulang. Konsekuensi, ibu kota NKRI adalah INDONESIA, bukan Jakarta. Pemekaran /penggabungan untuk dapat menemukan “JANTUNG INDONESIA”. Babat alas WONO MERTO dimulai, jangan gamang. (24 Maret 2007)

15. Tugas ke- 10, NOTO BANGSA.  1 meja 4 kaki. 1, rakyat “pemersatu”. Posisi ini untuk Kepala Negara /daerah sesuai dengan level pemerintahan. 4 kai tersebut antara lain : A. Rakyat Birokrasi; B. Rakyat Murni; C. Rakyat “Penguasa Pancasila”; D. Rakyat “Penguasa Agama”.

A membangun 1 Pemerintahan Militer dan 5 Pemerintahan Sipil (Eksekutif, Pendidikan, Keuangan, Hukum, dan Agama).

B melahirkan 10 Pamong (Alam, Perdagangan, Transportasi, Industri, Komunikasi, Seni Budaya, PNM, PNS, Jasa Murni, dan X).

C melahirkan DPA (Dewan Pertimbangan Agung).

 D melahirkan DAI (Dewan Agama Indonesia).

Pasca transisi, ada 10 buah lembaga tinggi negara, yaitu : 1. Kepresidenan; 2. DPR; 3. MA; 4. BPK; 5. DPA; 6. BPN (Badan Pendidikan Nasional); 7. BPKN (Badan Pertahanan dan Keamanan Nasional); 8. BKN (Badan Keuangan Nasional); 9. LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia); 10. DAI. Semua lembaga tinggi negara berbentuk presidium (dengan jumlah 100 orang).

DPR ada dua tingkat, yaitu parlemen rendah (Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia) dengan anggota 1000 orang dan parlemen tinggi (Dewan Perwakilan Rakyat RI) dengan anggota 100 orang.

Bakti mereka kepada kepada Ibu Pertiwi dibuktikan dengan pengakuan (sebut saja Sertfikat Natar) dan mereka pun berhak atas Kue Kemerdekaan. Besaran Kue Kemerdekaan : A = Rp 100,- ; B = Rp 10,- ; C = Rp 1000,- ; D = Rp 1000,-.

nasihat

nasihat

16. Tugas ke- 11, NOTO BAHASA. Bahasa Indonesia hanya menguasai label (lingua). Tugas pertama bagi LIPI sebagai lembaga tinggi negara adalah menciptakan AKSARA INDONESIA (1 fonem, 1 aksara –jumlah Aksara Indonesia ada 30 buah). Tahun pertama pasca transisi, murid Kelas I SD memakai aksara sendiri. Kelak, dari Aksara Indonesia akan lahir industri. (30 Maret 2007)

17. Tugas ke- 12, NOTO PENGUASA. 10  lembaga tinggi negara adalah representasi dari puncak kekuasaan dengan 10 orang nomor satu. Dalam kondisi normal, begitu pula pada level yang lain. Pemimpin tunggal muncul pada level ke- 11.

18. Tugas ke- 13, NOTO NEGARA. Kepala Negara Indonesia adalah NOTO. Kepala Daerah pada tiap level pun NOTO. Selama masa transisi, posisi NOTO NEGARA ada pada PPKI II maka PPKI II -lah yang memilih –siapa NOTO NEGARA INDONESIA. Setelah terpilih, jangan “diganggu” lagi.

19. Tugas ke- 14, NOTO ADIL.  Kegenitan wadah menolak isi ataupun keangkuhan isi menolak wadah HARUS DIHENTIKAN. Tiupkan Ruh Pancasila (Piagam Jakarta) ke dalam Pancasila. Dengan begitu, selesailah tugas PPKI II. Kesimpulannya, WAJIB (BELAJAR) BELA NEGARA akan melibatkan semua orang dengan kadar masing-masing.

Semua berpulang kepada “RAJA GARUDA”. Semoga ALLAH memberikan pertolongan -NYA. Jika tidak berkenan, mohon maaf atas kelancangan saya. Salam hormat dari jauh. (5 April 2007)

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Noto Penguasa dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke 1. Nasihat kepada Presiden

  1. budi setyawan berkata:

    mantap-mantap, blog yang bagus. DItunggu komentar dan kunjungnnya balik. di http://www.rangselbudi.wordpress.com

Komentar ditutup.