22. “JANGAN” KEJAR KORUPTOR

“JANGAN” KEJAR KORUPTOR

Korupsi “uang” sekalipun bernilai triliunan hanyalah pengalih perhatian dari masalah yang sesungguhnya. Masalah sesungguhnya yang dihadapi oleh Bangsa Manusia Indonesia adalah: penetrasi kekuasaan, pengangguran, pemiskinan, pengerukan sumber daya alam, runtuhnya semangat cinta tanah air, hilangnnya rasa hormat kepada para pendahulu /pemimpin, dan yang sejenis dengan itu.

Oleh karena itu, berhentilah barang sejenak untuk membesar-besarkan kasus korupsi “uang”. Saya tidak sedang membabi buta membela kaum koruptor. Koruptor memang salah dan patut mendapatkan hukuman yang setimpal sebagai ganjaran atas perbuatannya. Tapi, itu nanti setelah semua yang dikorup oleh sistem dikembalikan kepada pemiliknya.

Secara garis besar, ada dua hal yang telah dikorup oleh sistem lewat pendidikan, yaitu : materi dan immateri Indonesia. Jika dirinci, pada aspek materi meliputi : negara, nusa, lahan penghidupan, bahasa, bilangan, tarikh, dan uang. Sedangkan dari aspek immateri meliputi : agama, ilmu, pendidikan, adil, bangsa, penguasa, dan bela negara.

Kedua aspek tersebut adalah pilar penyangga INDONESIA. Dalam konteks ini, INDONESIA bukan sekedar negara bangsa Indonesia. INDONESIA adalah sebuah peradaban.

Sebagai sebuah peradaban baru, INDONESIA menawarkan alternatif lain sebagai pengganti peradaban dunia yang telah menemukan jalan buntu. Urusan laku atau tidak, itu masalah lain, dan SANG WAKTU yang akan menjawab -NYA.

Wallahualam.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Noto Uang dan tag , . Tandai permalink.

6 Balasan ke 22. “JANGAN” KEJAR KORUPTOR

  1. Rory Matusek berkata:

    I’d have to agree with you one this subject. Which is not something I usually do! I love reading a post that will make people think. Also, thanks for allowing me to comment!

  2. Kekuasaan, korupsi, dan rekan-rekannya itu adalah hal yang tidak bisa dipisahakan? hari ini berjuang untuk mendapatkan kekuasaan dengan menjual atau menggadaikan harta dan harda diri, besok ketika kekuasaan itu telah didapatkan, maka korupsi pun datang.

    Keadilan sudah bukan lagi sebagai keadilan, tapi kekuasan yang mengadili. . .? di kampus? di Sekolah? di Kantor? di Perkampungan/Desa? dan bahkan mungkin di Negara ini?

  3. nusantaraku berkata:

    Ada satu lagi yang cukup banyak yang dilakoni oleh hampir sebagian besar orang kita yakni : Korupsi Waktu.

  4. B K Partohardono berkata:

    Untuk yang se-Iman dalam Islam:

    Islam tegas MEWAJIBKAN manusia untuk MENGHORMATI PEMIMPIN-nya (tanpa KECUALI).

    Rasa HORMAT pada PEMIMPIN juga sudah hilang dalam kehidupan masyarakat Indonesia, semua orang merasa BERHAK bikin ATURAN SENDIRI.

    Ada 2 (dua) lagi KORUPSI yang telah terjadi di Negeri ini:

    1. HAK AZAZI (Materi) dimana HAK telah menjadi MILIK (hanya) mereka PEMANGKU JABATAN/WEWENANG dan PEMILIK UANG, dan

    2. MORAL (Im-materi), yang HALAL di-HARAM-kan dan yang HARAM di-HALAL-kan.

    Semua inilah yang telah MENGUNDANG MURKA dan AZAB ALLAH (yang AMAT PEDIH).

    TIADA JALAN bagi Negeri ini untuk PERBAIKAN, kecuali PENDUDUK Negeri (Kaum) ini KEMBALI KE JALAN ALLAH yang HARUS dan HARUS DIMULAI dari DIRI PRIBADI kita masing-masing karena Allah menegaskan:

    “Jangan Engkau MENGAJAK orang lain MELAKUKAN KEBAIKAN yang Engkau sendiri BELUM MELAKUKAN-nya”

    Semoga Allah membukakan MATA dan TELINGA HATI kita, aamiin.

    Wassalam,
    B K Partohardono

  5. ardhadedhali berkata:

    betul bang…
    semangat..
    nanti pasti koruptor2 itu kena getahnya sendiri.

Komentar ditutup.