23. BUKAN SALAH PRESIDEN

BUKAN SALAH PRESIDEN

“Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa tidak identik dengan agama tetapi berkaitan dengannya. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan spiritual dalam Ketahanan Nasional. Dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, atheisme tidak berhak hidup di bumi Indonesia”. (Ketahanan Nasional, LEMHANAS: 1997, 43)

Agama mengenal Tuhan Yang Maha Esa (YME), Pancasila pun mengenal –nya, -Nya, atau -NYA? Jika sama, berarti, Pancasila adalah agama –Padahal, di masa lalu sering dikumandangkan bahwa Pancasila bukanlah agama. Jika tidak sama, lantas siapakah Tuhan yang dimaksud dalam Pancasila?

Dengan memohon ampun terlebih dahulu kepada Tuhan YME, kita misalkan Tuhan yang dimaksud oleh agama adalah X –dimana X1 adalah Tuhannya umat Islam, X2 adalah Tuhannya umat Nasrani, X3 adalah Tuhannya umat Hindu, X4 adalah Tuhannya umat Budha, dan seterusnya, maka yang dimaksud Tuhan dalam Pancasila bukanlah X1, bukan X2, bukan X3, bukan X4, ataupun X X yang lain. Bukan DIA.

Orang Jawa biasa menyebut Tuhan YME dengan sebutan Gusti Allah atau sering juga disingkat Gusti. Padahal, selain Gusti Allah (X) ada Gusti yang lain (Y). Dari sini muncul pertanyaan, siapakh Y? Ada oknum lain yang diangkat sebagai Tuhan YME, siapa?

Jawaban Anda tepat. Pada posisi puncak, oknum yang diangkat sebagai tuhan yme dalam Pancasila adalah Presiden. Dengan demikian, apapun yang dilakukan Presiden adalah benar, adalah baik. Presiden tidak pernah salah, tidak pernah keliru. tuhan yme pasti baik dan benar. Rakyatnya saja yang kurang tahu diri. Mulai hari ini, kita sebagai rakyat –apalagi rakyat kuueecuuiilll harus belajar tahu diri. Jadilah ”robot” yang baik, jangan bawel, jangan rewel, jangan menuntut yang macam-macam kepada tuhan yme, pamali.

Oleh karena itu, menjadi sangat wajar jika ada sebagian orang berebut ingin duduk di kursi presiden, kursi tuhan yme … sampai ngambek segala …

Wallahualam.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Noto Adil dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke 23. BUKAN SALAH PRESIDEN

  1. nusantaraku berkata:

    Waduh….bahasa yang sederhana, namun tajam..
    Bukan salah presiden, bukan salah pancasila, bukan salah rakyat, bukan salah tuhan. Yang salah adalah yang menyalahkan.
    Mau berubah yah mulai dari diri sendiri.

    • sugiarno berkata:

      Terima kasih, Mas Nus telah berkenan membantu memperjelas maksud saya. Dahulu, di luar sana, Firaun mengangkat diri sendiri sebagai tuhan dan di akhir cerita, tumbang. Di sini, baru ketahuan “seorang oknum” Presiden diangkat sebagai tuhan yme, dan menurut catatan sejarah, diakhir cerita pun tumbang. Makanya, jangan ganggu “Dia” supaya “selamat” …

Komentar ditutup.