25. PERUBAHAN DIMULAI DARI DIRI SENDIRI

PERUBAHAN DIMULAI DARI DIRI SENDIRI

Masalah muncul ketika “ lantai yang sudah disapu bersih dan dilap hingga kering mendadak menjadi kotor dan licin kembali karena gentingnya bolong. Sehingga, jika tidak berhati-hati dan mendapatkan pertolongan –Nya niscaya siapapun yang lewat akan jatuh atau paling tidak menjadi kotor”.

Sebenarnya telah hampir enam puluh empat tahun, “Dengan caranya masing-masing, rombongan demi rombongan tukang sudah naik ke bubungan untuk memperbaiki genting tersebut. Namun, ketika sudah sampai di atas, alih-alih memperbaiki genting. Justru mereka bertikai dan saling dorong untuk menjadi tukang kepala. Alhasil, bukan genting bolong yang diganti, justru genting utuh pun menjadi pecah sehingga ongkos mahal yang telah dikeluarkan tuan rumah menjadi sia-sia. Belum lagi para rombongan tukang ada yang nakal dengan membawa pulang bahan dan perkakas tuan rumah untuk dijual kepada tetangga. Maka menjadi lengkap sudah penderitaan tuan rumah”.

Pendapat “Perubahan harus dimulai dari diri sendiri” itu benar adanya dan sudah menjadi pemahaman umum. Nah, agar rombongan tukang yang seharusnya bekerja dengan baik dan benar sesuai dengan kemauan tuan rumah maka langkah yang selayaknya diambil oleh tuan rumah adalah berani berkata, Tidak. Dengan kata tersebut, rombongan tukang akan belajar untuk mengerti, bukan hanya mau dimengerti.

Tapi sayang, pinjam istilah penulis lain, tuan rumah telah terlalu lama makan duri sehingga lupa rasa roti, roti yang dengan susah payah dibuat telah disajikan semua untuk rombongan tukang yang ”rakusnya” Naudzubillah.

Pertanyaannya, beranikah tuan rumah berkata tidak pada Pilpres mendatang? Saya baru akan angkat topi jika tuan rumah berani melakukan hal itu.

Masalahnya, jumlah tuan rumah berjuta-juta orang. Sedangkan untuk menanyai mereka satu-persatu adalah kesia-siaan. Untuk itu, agar berakhir baik bagi semuanya, perubahan harus dimulai dari diri Super Body Rakyat –rakyat kecil bermakmum saja.

Wallahualam.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Catatan Pinggir dan tag , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke 25. PERUBAHAN DIMULAI DARI DIRI SENDIRI

  1. nusantaraku berkata:

    He..he…🙂
    Sayang saja Mas, jika setiap komentar Mas pada blog lain tidak meninggalkan jejak (link) ke situs Mas yang bagus. Jika link-nya tepat, minimal keperkasaan Raja Garuda dapat menyebar lebih luas.

  2. sugiarno berkata:

    Masalahnya, Raja Garuda terbiasa mengejar tikus. Maklum, Beliau terlalu lama berguru pada si Pungguk. Mudah-mudahan Beliau cepat sadar …
    Terus terang, saya masih belajar. Nanti, saya akan coba membetulkan alamat. Moga Mas Nus maklum. Terima ksih.

  3. nusantaraku berkata:

    Jika berjuta-juta tuan rumah tidak sadar akan perubahan, maka Raja Garuda sudi kiranya menyampaikannya.
    **
    O,ya mas…ada kesalahan nama alamat blog pada setiap komentar Mas: yakni sangnatawordpress.com seharusnya sangnata.wordpress.com.
    Terima kasih.

Komentar ditutup.