46. Pipis Rp 1000,00 … murah?

Pipis, Rp 1000,00 … murah!

Sabtu kemarin, 20 Juni 2009, saya dan sejumlah teman mengadakan kegiatan bersama. Kami menyebutnya rekreasi. Pasir Putih yang ada di Situbondo menjadi tujuan pertama, kemudian dilanjutkan ke pantai Watu Dodol di Banyuwangi, dan terakhir melihat dari dekat keramaian pelabuhan di ujung timur pulau Jawa, Ketapang Banyuwangi. Memang menyenangkan, apalagi kami juga bersama keluarga.

“Aduh, kebelet pipis,” celetuk seorang teman. Serta merta penyakit bawaan pun muncul. Beberapa teman yang lain pun mendadak kebelet pipis pula. Oya, pipis adalah bahasa halusnya kencing di INDONESIA yang ada di seberang Jalan Indonesia, indonesia.

Tarifnya ”murah”, hanya Rp 1000,00 sekali menggunakan kamar kecil untuk melepaskan hajat tersebut. Rp 1000,00 memang tidak banyak. Kehilangan uang sebesar itu tidak akan membuat miskin, menemukan uang sebesar itu pun tidak membuat kaya.

Murah, apa indikatornya? Ada beberapa indikator murah, yaitu jumlah digit, keterjangkauan, dan … nilai mata uang. Jika digit digunakan sebagai tolok ukur maka empat digit di depan koma adalah banyak hanya untuk sekali pipis ”bermartabat”. Itu berarti, mahal. Skor untuk mahal adalah negatif. Jika keterjangkauan yang dipakai sebagai tolok ukur maka Rp 1000,00 masih berada dalam batas terjangkau. Skor untuk terjangkau adalah positif.

Bagaimana dengan nilai mata uang? Sekedar mengingatkan, Rupiah adalah satu di antara simbul-simbul kehormatan negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pipis adalah satu hajat hidup manusia yang sifatnya sangat personal. Saat pipis, Bangsa Manusia Indonesia tidak mau melihat dan tidak ingin dilihat orang lain karena mereka bermartabat. Maaf, saya jadi ngelantur.

Apa hubungan antara pipis dengan nilai mata uang? Ternyata, hanya untuk pipis, Rupiah sudah harus dikeluarkan. Hanya untuk pipis, Rupiah sudah dimainkan … hanya untuk pipis … hanya untuk pipis. Padahal, di belakang koma masih ada dua digit rupiah yang terbuang sia-sia … Itu artinya, skor negatif.

Sekarang, mari kita hitung skor untuk sekali pipis. Skor negatif = 2 sedangkan skor positif = 1. Itu berarti, pipis Rp 1000,00 adalah MAHAL! Pipis saja mahal, apalagi yang lain … Pantas saja, Rupiah makin sulit dicari dan ketika sudah didapat cepat pula perginya … Beruntung, hidup tidak sepenuhnya bergantung pada jumlah rupiah yang ada dalam genggaman tangan.

Rupiah memang bukan nomor satu, tapi kalau tidak pegang Rupiah … bingung juga. Pertanyaannya, adakah Calon Presiden 2009 yang menjanjikan akan mengembalikan martabat Rupiah agar tidak sampai masuk ke tampat yang tidak semestinya? Seharusnya, masalah kamar kecil adalah urusan uang kecil, tidak melibatkan Rupiah! Saya hanya mengingatkan sekali lagi, Rupiah adalah satu di antara simbul kehormatan negara.
Wallahualam.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Noto Uang dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke 46. Pipis Rp 1000,00 … murah?

  1. JezNick berkata:

    “Pipis Rp 1000,00 … murah?”
    MahaL..

Komentar ditutup.