47. Katakan, “Tidak” pada Korupsi –kalau sedikit

Katakan, “Tidak” pada Korupsi –kalau sedikit

”Burung-burung kecil bernyanyi riang”. Pasalnya, mereka baru saja menerima gaji 13. Wajah-wajah ceria menghias raut mukanya. Bulan saat memerlukan banyak uang dalam dompet karena anak-anaknya akan melanjutkan pendidikan menjadi sedikit lapang. Ah, gaji 13, memang selalu ditunggu-tunggu ”burung-burung kecil” …

Mereka tidak pernah tahu bahwa dalam setiap bulan ketika gaji berbilang ribu rupiah, secara KUANTITAS, yang diterima hanyalah 10 persen dari KUALITAS ribu. Sebab, menurut sini, yang dimaksud dengan ribu adalah seratusnya seratus. Satu dengan tiga buah nol di belakangnya belumlah mencapai seribu, tetapi masih sepuluh ratus. Ini dapat terjadi karena sistem bilangan sini menggunakan basis seratus (sepuluh pangkat dua), sedangkan sistem bilangan sana menggunakan basis seribu (sepuluh pangkat tiga).

Jika dalam sebulan yang mereka terima adalah 10 % maka dalam setahun jumlah penerimaan mereka adalah 120 %. Dengan gaji 13, maka besar penerimaan menjadi 130 %. Padahal, dalam setahun seharusnya, yang mereka terima adalah 1200 %. Ternyata, ada selisih 1070 % antara yang diterima dengan yang seharusnya setiap tahun.

Mereka juga tidak pernah tahu bahwa ketika gaji berbilang juta, secara KUANTITAS, dalam tiap bulan hanya 1 % yang mereka terima dari KUALITAS juta. Memang, sebelum laksa dan keti kembali, puluh ratus akan menggugat terlebih dahulu. Oleh karena itu, jumlah penerimaan mereka dalam setahun adalah 12 %. Dengan gaji 13 maka besar penerimaan mereka menjadi 13 %.

Padahal, seharusnya dalam setahun, yang mereka terima adalah 1200 %. Itu berarti, ada selisih kuantitas penerimaan sebesar 1187 % setiap tahun.
Dari situ muncul pertanyaan, bagaimana sektor riil akan bangkit jika secara materi –bukan secara formal– KUANTITAS rupiah yang beredar tidak se- KUALITAS bilangannya? Jadi, sebenarnya, siapa biang koruptor? Yang mengejar atau dikejar? Yang dihukum ataukah yang menghukum? Atau jangan-jangan yang mengajari keduanya?

Tanpa ada maksud membela para koruptor, suatu saat bangsa ini akan berterima kasih pada mereka. Koruptor memang salah, tapi tidak untuk sekarang. Selebihnya, silakan lihat Revolusi Bilangan Start Sebuah Keadilan. Wallahualam.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Noto Uang dan tag , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke 47. Katakan, “Tidak” pada Korupsi –kalau sedikit

  1. berarti kalo jumlahnya banyak boleh yah ….

  2. romailprincipe berkata:

    maksudnya gimana tuh terima gaji cuman 1% nya?

    • sugiarno berkata:

      Maaf kalau saya membuat Anda bingung. Dengan menafikan sepuluh ratus maka ketika gaji berbilang juta yang diterima oleh pejabat /PNS /PNM hanyalah 1 persen dari kuantita yang seharusnya. Jadi, bukan mutlak salah mereka jika ada yang korup, melacurkan jabatan, nakal, dan sebagainya. Justru yang mengajari merekalah biang koruptor. Salam.

  3. sugiarno berkata:

    Ya, asal bisa bermain cantik. Selebihnya, baca “jangan” Kejar Koruptor. Trim’s, salam.

  4. bhejho4060 berkata:

    berarti klo banyak boleh dunk????
    kapan mau maju nya kalo begitu??????
    salam mercu

Komentar ditutup.