52. Ini sungguhan, bukan nyindir siapa-siapa

52. Ini sungguhan, bukan nyindir siapa-siapa …

Suatu hari, ibunya anak-anak mengabarkan bahwa ada rayap di langit-langit kamar mandi. Tentu saja, saya kaget. Mana mungkin? Hmm, meskipun rumah saya bukan terbuat dari beton tapi rasanya mustahil jika tahu-tahu ada rayap sampai di langit-langit kamar mandi. “Lewat mana?” tanya saya menimpali laporannya. Ia hanya angkat bahu.

Barisan Jenderal Rayap

Saat itu juga, saya bergegas ke tempat yang ditunjukkan. “Ups, benar … ada rambatan rayap di sana”. Panjang-pendek gerutu saya. Ternyata, diam-diam si rayap telah mampu menembus dinding tembok sehingga tidak kelihatan dari luar … tahu-tahu sudah ada di atas. Untung ketahuan, kalau tidak … bisa Anda bayangkan akibatnya.

Makhluk penghancur semacam rayap memang diperlukan dalam kehidupan. Namun, tempatnya di tempat sampah bukan di dalam rumah, apalagi sampai di langit-langit … Selain membuat kotor, juga berbahaya, rumah bisa ambruk. Benar, kan?

Keesokan harinya, dengan berbekal sebotol minyak tanah, saya naik ke atas plafon untuk menggempurnya. Tentu saja, si rayap lari terbirit-birit dan melapor ke ketuanya yang ada di dalam tanah. Mungkin, ketua rayap dendam kepada saya …

Untunglah, rumah saya kecil dan hanya saya huni bersama keluarga sehingga saya mampu mengatasi sendiri. Untunglah, rumah saya tidak sebesar negeri ini …

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Catatan Pinggir dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke 52. Ini sungguhan, bukan nyindir siapa-siapa

  1. tulisan yang sangat bagus, kritis dan membangun…. trim’s

Komentar ditutup.