55. Percayalah, Anda bukan koruptor

55. Percayalah, Anda bukan koruptor

Secara umum, koruptor adalah sebutan bagi pelaku tindak pidana korupsi. Sedangkan korupsi sendiri berarti penyelewengan atau penggelapan (uang negara atau perusahaan dsb.) untuk kepentingan pribadi atau orang lain, itu menurut kamus.

Pertanyaannya adalah, adakah hal lain yang bisa dikorup? Jika kita cermati secara mendalam, ternyata yang bisa dikorup bukan hanya uang. Dalam hal ini, Anda tentunya sepakat bahwa korupsi waktu adalah contohnya.

Pertanyaannya berikutnya, apakah waktu ada harganya? Jika ada, berapa rupiah harga “sebuah” waktu? Sampai di titik ini kita harus mengitung. Untuk itu, keluarkan kalkulator Anda. Taruhlah sebagai misal si Dadap, dalam sebulan dia digaji Rp 3.000.000,00 (tiga juta rupiah) dengan kewajiban tiap hari bekerja selama enam jam atau 36 jam tiap minggu. Jika dalam sebulan terdapat 25 hari efektif maka gaji dia setiap hari adalah Rp 120.000,00. (seratus dua puluh ribu rupiah). Itu artinya, harga satu jam bagi si Dadap adalah Rp 20.000,00 (dua puluh ribu rupiah).

Jika ada seratus orang semacam si Dadap tidak masuk bekerja dalam sehari dengan alasan yang dibuat-buat –atau dipaksa relevan dengan bidang tugasnya, maka kerugian yang diderita negara atau perusahaan adalah Rp 12.000.000,00 (dua belas juta rupiah). Itu berarti, uang sekian melayang sia-sia. Padahal, di luar sana, “kawula alit” jatuh bangun untuk bisa mempertahankan periuk nasinya … bahkan ada yang sampai mengemis /menggelandang di pinggir jalan! Ilustrasi tersebut jelas tidak baik dan tidak bagus.

Anda bisa mencari sendiri contoh-contoh korupsi dengan wajah lain. Cepat atau lambat, Anda akan tahu bahwa semua yang dikorup itu ada harganya, meskipun bukan uang. Adakah yang bukan koruptor di negeri ini? Dengan timbangan uang, mungkin mereka selamat. Bagaimana jika dihitung dengan timbangan lain? Ah, jangan-jangan pemerintah harus menyediakan penjara seluas tanah air ini … dan jangan-jangan, saya pun termasuk di dalamnya. Anda bukan koruptor, Anda orang baik-baik –saya percaya itu, jadi tenag saja.

Oleh karena itu perlu ada polisi yang menjaga institusi pemerintah, apapun namanya, apa pun levelnya. Selain sebagai benteng pertahanan negara, polisi juga berkewajiban menularkan kedisiplinannya kepada yang bukan polisi. Dengan begitu akan tumbuh kedisplinan nasional secara merata. Dengan begitu tidak ada tempat yang tidak diawasi. Dengan begitu terantisipasi satu pintu masuknya radikal bebas negatif.

Hanya saja, yang dimaksud dengan polisi dalam tulisan ini bukan polisi yang kita kenal selama ini. Polisi ini adalah militer yang disipilkan karena faktor tertentu, misalnya karena usia. Dengan kata lain, polisi adalah bentuk senior dari militer dan tidak ada polisi yang berusia muda.
Wallahualam

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Noto Uang dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke 55. Percayalah, Anda bukan koruptor

  1. PusatPonsel berkata:

    artikel yang bermanfaat, thank’s

  2. jerzz berkata:

    visit my blog again
    http://jerzz.wordpress.com/
    http://blackercomputerz.wordpress.com/
    jika ingin tukeran link konfirmasi di blog saya y…

Komentar ditutup.