67. Larangan Makan Kulup Bagi Pejabat /Atasan

67. Larangan Makan Kulup Bagi Pejabat /Atasan

Makan kulup dilarang? Ngawur, ada-ada saja, mungkin demikian protes yang terlintas dalam benak Anda. Lebih-lebih bagi para kulup mania. Jenis larangan ini akan menimbulkan reaksi keras. Saya maklum.
Bagi Anda yang belum mengenal kulup, saya beri tahu. Kulup adalah rebusan dedaunan /sayuran yang lazim dimakan. Misalnya: sawi, kacang panjang, beluntas, bayam, daun papaya, bunga turi, dan sebagainya. Untuk melengkapi rasa, biasanya digunakan sambal. Ini adalah jenis kulup yang pertama.

bayam

bayam


Sedangkan kulup yang kedua adalah selaput penutup aurat lelaki.. Yang saya tahu, kulup ini dibuang saat khitan agar pemiliknya sehat. Selebihnya, biarlah para dokter yang menjelaskan lebih lanjut
Masih ada kulup yang lain. Kulup yang ketiga adalah anak. Saudara-saudara kita yang dari Jawa tentunya sudah faham. Kata kulup ini sering muncul dalam pementasan kesenian wayang, baik wayang orang maupun wayang kulit.
Dengan menyimak adanya tiga macam kulup seperti tersebut di atas, saya harap Anda telah dapat menemukan jawaban, kulup jenis manakah yang dilarang untuk dimakan. Kulup jenis satu, lolos. Siapa yang suka makan kulup jenis ini akan sehat, BAB lancar, dan seterusnya. Jenis kedua, tidak mungkin. Masak, barang begituan dimakan.
Bagaimana dengan yang ketiga?
Kulup berarti anak. Padahal, anak banyak macamnya. Ada anak kandung, anak saudara, anak tiri, anak tetangga, anak orang lewat, dan anak-anak yang lain. Disamping itu, masih ada anak buah. Makan anak sendiri saja, sudah mendapatkan kutukan dunia. Apakah lantas diperbolehkan makan anak-anak yang bukan anak sendiri? Tentu saja juga tidak boleh. Yang namanya anak-anak, seharusnya dilindungi dari mara-bahaya, bukannya malah dicelakai.
Lantas, bagaimana dengan anak buah? Perlu diingat bahwa anak buah mempunyai fisik, keluarga, kehormatan, uang, kepercayaan, dan sebagainya. Pada semua yang dimiliki itulah larangan makan kulup diperuntukkan.
Oleh karena itu, atasan jangan “makan” fisik anak buahnya. Bawahan ditekan untuk melaksanakan kewajiban, sementara haknya diabaikan. Hak yang menjadi hak bawahan sesungguhnya menjadi kewajiban bagi atasan. Sebagai atasan, sudahkah Anda penuhi hak-hak bawahan Anda? Jangan hanya pandai menuntut kewajiban bawahan, penuhi pula hak- hak mereka.
Di samping itu, atasan jangan mencederai keluarga bawahannya. Atasan juga jangan menghilangkan kehormatan bawahannya tanpa alasan yang kuat. Atasan jangan sampai makan uang bawahannya. Pendek kata, atasan jangan mengkhianati kepercayaan bawahannya.
Pada titik ini akan terlihat perbedaan antara Manusia Indonesia dengan jenis manusia yang lain. Tanpa ada rambu-rambupun, Manusia Indonesia tidak akan makan kulup. Berarti, jika ada pejabat /atasan suka makan kulup berarti … Bukan Manusia Indonesia. Mereka adalah penumpang gelap pada Bangsa (Manusia) Indonesia. Hmm, buka matamu, Ratu Kencana Wungu!
Wallahualam

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Noto Penguasa dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke 67. Larangan Makan Kulup Bagi Pejabat /Atasan

  1. sugiarno berkata:

    Sampai detik ini, praktek makan kulup masih berlangsung. Padahal, larangan telah dikumandangkan setahun yang lalu.

Komentar ditutup.