78 Koruptor vs Pahlawan

78. Koruptor VS Pahlawan

Jika Anda berkesempatan membaca beberapa tulisan saya yang menyangkut masalah korupsi, mungkin Anda sempat bingung. Sebab ada bagian yang menyatakan bahwa, “Jangan” Kejar Koruptor –Kalau Sedikit. Namun, di bagian lain ada disebutkan bahwa “Korupsi adalah musuh bersama”. Malah di bagian lagi ada dinyatakan bahwa jika ingin memberantas korupsi maka harus dibangun penjara seluas tanah air. Sekali lagi, jika Anda bingung, saya maklum.

Memang, korupsi adalah tindakan nista dan tercela. Tapi, itu nanti, setelah Kepala Negara mengajari Guru bagaimana seharusnya menjadi guru agar mantan murid-muridnya tidak melakukan korupsi. Tanpa itu, kedudukan koruptor akan tetap sebagai pahlawan bagi kaumnya. Mereka pun korban. Korban dari sebuah sistem yang korup. Kesalahan mereka “hanya” karena tidak bisa bermain cantik –tidak sabar menanti Banjir Uang.

Sebagai pembanding, siapapun yang masuk ke dalam kandang, keluarnya akan tetap bau … Sebab, yang dimasuki oleh bangsa Indonesia bukanlah taman sari, bukan pula Negeri Khayangan. Saya hanya khawatir, jangan-jangan yang meributkan soal korupsi adalah mereka yang tidak mendapatkan bagian … Begitu ya begitu, tapi jangan begitu …

Oleh karena itu, catat semua koruptor, catat pula berapa nominal yang telah diambil. Kelak, ketika Rupidin membanjiri Jalan Indonesia dengan Rupiah, suruh si koruptor mengembalikan Rupiah yang telah diambilnya …

Suatu saat, setelah semua sadar, Anda akan tahu bahwa koruptor adalah pahlawan juga. Kedudukannya sejajar dengan pahlawan-pahlawan yang lain. Dengan catatan, hasil korupsinya tidak dilarikan ke manca negara. Wallahualam.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Rupa-Rupa dan tag , , , , . Tandai permalink.