83. PAMONG SENI BUDAYA

83. Pamong Seni Budaya

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mendeskripsikan apa itu seni dan apa itu budaya. Juga tidak akan membahas cabang-cabang seni dan budaya. Jadi harap maklum.

Seni dan budaya tidak mudah untuk dipisahkan. Keduanya bagai api dengan panasnya. Yang satu menjadi ruh bagi yang lain. Yang satu menjadi badan bagi yang lain. Seni tanpa budaya akan liar. Budaya tanpa seni juga akan hambar.

Jika Anda sempat berkunjung ke Negeri Khayangan, maka pada jalur Rakyat Murni ada yang disebut sebagai Pamong Seni Budaya. Butir Seni Budaya diperuntukkan bagi rakyat Indonesia yang menyandarkan periuk nasinya pada bidang itu.

Pelaku seni budaya bisa muncul dari pengamen jalanan sampai dengan artis papan atas dengan jutaan penggemar. Mereka juga bisa muncul dari pelukis kelas pinggir jalan sampai bertaraf internasional. Mereka pun bisa muncul dari penari kuda lumping yang masuk kampung keluar kampung sampai dengan menghibur para tamu di istana negara. Pendek kata, para pelaku seni budaya meliputi semua lini yang bisa memberikan hiburan.

Identitas yang mereka miliki sudah jelas. Mereka bukan massa mengambang. Hanya saja, karena sudah suratan alam, ada yang kuat, ada yang lemah, ada yang mandiri dalam berusaha, namun ada juga yang berkolaborasi dengan sesamanya maka mereka pun memerlukan pemimpin dari kalangan mereka sendiri. Mereka berdemokrasi di antara mereka sendiri. Dengan begitu, ada ikatan batin antara pemimpin dengan yang dipimpin. Pemimpin mereka inilah yang disebut sebagai Pamong Seni Budaya.

Pamong Seni Budaya mempunyai dua kewajiban utama. Pertama, kewajiban membimbing pelaku seni, melindungi mereka dari intervensi peri kehidupan lain, dan menyuarakan kepentingan mereka dalam tataran negara. Kedua, menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya Nusantara.

Sejalan dengan hal itu, dalam kondisi normal, Pamong Seni Budaya muncul dari level 11 (baca: kelurahan) sampai level 1 (baca : negara). Memang, untuk mempersatukan cara pandang yang ada dalam satu ikatan yang kuat membutuhkan waktu …
Wallahualam.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Noto Lahan Kehidupan dan tag , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke 83. PAMONG SENI BUDAYA

  1. Milo Sidhom berkata:

    Hi, I can’t understand how to add your site in my rss reader. Can you help me please?

  2. xpedzk berkata:

    jgZVeX noxucadcwyic, [url=http://ynbembxjivnu.com/]ynbembxjivnu[/url], [link=http://szzxhzvonfhm.com/]szzxhzvonfhm[/link], http://khmzaxlwuwxf.com/

  3. Lucia Calculator berkata:

    Great write up – Thank you for sharing Hospitality: making your guests feel like they’re at home, even if you wish they were.

Komentar ditutup.