86. PAMONG JASA

86. PAMONG JASA

Hidup dalam era yang kian sarat dengan tantangan menjadi berat bagi mereka yang kurang siap dalam menghadapi persaingan yang kian komplek. Jumlah pemain terus bertambah, sementara jumlah permainan yang tersedia nyaris tidak bertumbuh.

Pekerjaan jasa akan sangat membantu kita dalam meringankan kewajiban yang seharusnya kita lakukan. Jenis pekerjaan ini banyak menyedot tenaga kerja. Ragam jasa banyak bertaburan di sekitar kita. Mungkin dari banyaknya, sampai-sampai akan kesulitan untuk menyebutnya satu persatu.

Dalam Tarian Raja Garuda, Natar Jasa dipilah dalam tiga kelompok besar, yaitu: Pertama, Jasa militer . Jenis ini bergerak di “Negara” Militer. Jasa militer terdiri dari : 1.Pegawai Negeri Militer pada lingkup Angkatan Darat; 2.Pegawai Negeri Militer pada lingkup Aangkatan Laut; 3.Pegawai Negeri Militer pada lingkup Angkatan Udara; 4. Pegawai Negeri Militer pada lingkup sipil; 5. Pegawai Negeri Sipil pada lingkup Angkatan Darat; 6. Pegawai Negeri Sipil pada lingkup Angkatan Laut; 7. Pegawai Negeri Sipil pada lingkup Angkatan Udara; 8. Militansi sipil pada lingkup militer; 9. Militansi sipil pada lingkup “sipil”; 10. Militansi rakyat pada lingkup militer.

Sekedar mengingatkan, antara Jasa Militer dengan Militer adalah dua person yang berbeda. Jasa Militer berstatus Pegawai Negeri, sedangkan Militer berstatus Pegawai Negara. Pada gilirannya, Jasa Militer dipimpin oleh Pamong Pegawai Negeri Korp TNI.
Selebihnya, lihat Negeri Khayangan.

Kedua, Jasa sipil. Jenis jasa ini beragam bentuknya. Hanya saja, sesuai dengan pola Demokrasi di Negeri Khayangan maka yang dimaksud dengan Jasa Sipil adalah rakyat murni yang mempunyai kecenderungan hidup di “Negara” Sipil. Jenis ini terdiri dari : 1. Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada lingkup agama; 2. PNS pada lingkup eksekutif; 3. PNS pada lingkup pendidikan; 4. PNS pada LIPI; 5. PNS pada lingkup hukum /peradilan; 6. PNS pada lingkup pemerintah keuangan; 7. PNS pada lingkup BPK; 8. PNS pada lingkup DPA; 9. PNS pada lingkup DPR; 10. PNS pada lingkup lain-lain. Kelak, untuk bisa masuk ke parlemen maka Jasa Sipil harus dipimpin oleh Pamong Pegawai Negeri Korp Sipil.

Jangan lupa, Jasa Sipil berbeda dengan Sipil. Jasa Sipil berstatus sebagai Pegawai Negeri, sedangkan Sipil berstatus sebagai Pegawai Negara. Jasa sipil dipimpin oleh Pamong Pegawai Negeri Korp Sipil. Agar lebih jelas, silakan lihat kembali Negeri Khayangan.

Ketiga, Jasa Tenaga Lain-Lain. Yang dimaksud dengan Jasa Tenaga Lain-Lain adalah rakyat murni yang berkecendurungan hidup di jalur jasa pada lajur rakyat murni itu sendiri. Dengan kata lain, mereka menjual jasa yang jasa tersebut tidak tersedia di lingkup militer maupun di ingkup sipil. Menurut pemahaman saya, kelompok ini terdiri dari : 1. Jasa Tenaga; 2. Jasa Konsultasi; 3. Jasa Rancang; 4. Jasa Busana; 5. Jasa Peralatan; 6. Jasa Kendaraan ; 7. Jasa Hunian; 8. Jasa Wisata ; 9. Jasa Pendidikan ; 10. Jasa lain-lain.

Anda tidak perlu bingung. Sebenarnya, semua yang saya paparkan ini sudah ada di sekitar kita. Hanya saja, identitas mereka yang sebenarnya sudah jelas menjadi kabur pada saat datang musim pemilihan umum tiba. Alhasil, sekalipun sejak 1955 ”musim kawin” telah datang berulang kali, salah dalam memilih pasangan terus terjadi, dan berulang lagi. Seharusnya, untuk berhasil guna dan berdaya guna, sapi harus kawin dengan sapi, bukan dengan buaya …

Pada akhirnya peta politik di negara ini akan berubah ke pola emansipatif. Pertanyaannya sederhana, masih adakah sisa keberanian pada bangsa ini untuk menjadi diri sendiri?
Wallahualam.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Noto Lahan Kehidupan dan tag , , , . Tandai permalink.