87. PAMONG PEDAGANG

87. PAMONG PEDAGANG

Yang dinamakan pedagang adalah mereka yang mempertemukan kepentingan produsen dengan kepentingan konsumen di pasar. Sederhananya, Produsen  Pedagang  Konsumen. Oleh karena itu, pedagang bisa muncul mulai dari penjaja kue yang masuk gang keluar gang, penjaja barang asongan yang biasa mangkal di lampu merah, pedagang kambing di pasar hewan, pedagang di pasar-pasar tradisional, pedagang di pusat-pusat perbelanjaan, sampai dengan mereka yang bergerak dalam ekspor impor barang.
Produsen yang dimaksud dalam hal ini adalah produsen dalam negeri. Kepentingan mereka adalah ketersediaan bahan baku, tenaga kerja yang memadai, daya beli konsumen, kepastian aturan main pasar, dan sebagainya.
Konsumen adalah raja, apa yang mereka cari menjadi tantangan bagi pedagang untuk dapat memenuhi. Masalahnya, ada kecenderungan pada sebagian konsumen lebih tertarik pada produk manca daripada produk lokal. Padahal, produk dalam negeri pun ada. Pada titik ini, kecintaan konsumen pada tanah air Indonesia dipertanyakan.
Pedagang kambing di pasar hewan
Pamong Pedagang adalah pemimpin para pedagang. Oleh karena itu, ia dipilih dari, oleh, dan untuk para pedagang sendiri. “Pemilihan Umum” yang mereka lakukan, nyaris tanpa biaya, nyaris Rp 0,-. Demokrasi telah terjadi di antara mereka sendiri.
Seperti halnya pamong-pamong yang lain, Pamong Pedagang pun mempunyai kewajiban. Kewajiban pertama, mereka harus membimbing para pedagang untuk menjual produk-produk Indonesia dan membendung laju barang impor yang sejenis dengan produk dalam negeri. Kedua, meningkatkan kesejahteraan para pedagang. Ketiga, .menyuarakan kepentingan para pedagang di parlemen –dari level kelurahan sampai level negara.
Memang, untuk bisa mencapai tahap itu membutuhkan perjuangan dan waktu. Pamong Pedagang harus bangun dari mimpi indahnya kemerdekaan. Kemudian, lihat pasar Anda. Di sana, Anda dapat melihat banjir besar produk asing, mulai dari kancing baju sampai sarana transportasi, dan sebagainya, sedangkan produk dalam negeri minggir dan mundur dengan teratur… Masih berani mengaku Cinta Indonesia?
Wallahualam.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Noto Lahan Kehidupan dan tag , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke 87. PAMONG PEDAGANG

  1. Yvonne Kassim berkata:

    You made some good points there. I did a search on the topic and found most people will agree with your blog.

  2. sugiarno berkata:

    Sepertinya, Mas Nusantara benar … Sampai detik ini, Pamong Pedagang masih terus terlena. Akhirnya, Pamong Rakyat yang harus ambil bagian🙂

  3. nusantaraku berkata:

    Tampak cukup jelas bahwa pamong dagang gak bisa diharapkan.
    Maka, rakyat jelatalah yang harus menjadi pamong.
    1 Januari 2010, pamong rakyat yang harus menghadapi ‘invasi’ dari luar.

Komentar ditutup.