89. Pamong Transportasi

89. PAMONG TRANSPORTASI

Dalam rantai pendistribusian produk dari produsen sampai ke tangan konsumen, dalam lalu lintas barang dan jasa, juga dalam mobilitas penduduk saat memenuhi hajat hidupnya, keberadaan sarana transportasi yang memadai sangat menunjang kecepatan dan ketepatan waktu.

Saya harap, Anda sudah bisa membedakan antara pemilik kendaraan dengan operator kendaraan. Pemilik kendaraan umum bernatar transportasi, sedangkan operator kendaraan bernatar jasa. Sebagai contoh sederhana, pemilik angkutan –semisal: becak, andong, sepeda motor, mobil, kereta api, kapal laut, pesawat terbang, dan sebagainya– bernatar transportasi. Sedangkan sopir, kenek, masinis, nakhoda, pilot, dan sebagainya bernatar jasa. Memang, ketika masih berskala “kecil”, sarana transportasi yang dimiliki oleh Natar Transportasi dioperasikan sendiri oleh pemiliknya. Namun, ketika beranjak besar, barulah Natar Jasa muncul mendampinginya.

Segi transportasi dapat dipilah menjadi dua bagian, yaitu sarana dan prasarana. Yang dimaksud dengan sarana transportasi dalam hal ini adalah kendaraan yang dipergunakan untuk angkutan umum. Sedangkan prasarana bisa berupa jalan, terminal, halte, pelabuhan, sampai dengan bandara.

Semua yang menyangkut masalah transportasi darat, laut, maupun udara menjadi bidang garapan Pamong Transportasi. Yang dimaksud dengan. Pamong Transportasi adalah pemimpin bagi rakyat Indonesia yang menggantungkan pendapatannya dari transportasi. Oleh karena itu, lahan garapan baginya pun cukup luas sebab, ada faktor keamanan dan kenyamanan. Pada gilirannya, faktor keamanan menjadi tempat mencari nafkah bagi Keamanan Rakyat (Kamra) Transportasi. Sedangkan pada faktor kenyamanan menjadi tempat mencari nafkah bagi Pertahanan Rakyat (Hanra) Transportasi.

Sepanjang pengetahuan yang saya miliki, semua paparan di atas sudah ada. Hanya saja, mereka masih berdiri sendiri-sendiri, belum menyatu, dan suara mereka belum masuk ke parlemen. Bahkan tidak jarang, terjadi perang harga di antara mereka. Alhasil, Pamong Transportasi yang mempunyai kewajiban berat untuk melayani kepentingan umum di tanah air menjadi mandul.

Jika hal ini dikaitkan dengan Ekonomi Indonesia maka Pamong Transportasi mempunyai kewajiban mengontrol pembayaran zakat maal bagi warganya yang muslim dan “zakat” bagi yang non muslim. Juga mempunyai kewajiban mengontrol pajak kendaraan bagi natar lain yang mempunyai kendaraan pribadi /umum. Ingat, di INDONESIA –yang ada di seberang Jalan Indonesia, Indonesia– pajak hanya dikenakan kepada pemain dari kuadran lain (Lihat, Negeri Khayangan).

Pertanyaannya sederhana, akankah dilanjutkan format devide et impera -nya Belanda dengan aransemen lain? Seharusnya, enam puluh empat tahun pasca Proklamasi pola semacam itu sudah ditinggalkan. Katanya, Persatuan Indonesia.
Wallahualam.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Noto Lahan Kehidupan dan tag , , , . Tandai permalink.