92. PAMONG INDUSTRI

92. PAMONG INDUSTRI

Masyarakat industri muncul setelah masyarakat pertanian mengalami kemajuan. Memang, semua ritme pertanian bisa maju, kecuali proses penanaman padi …
Enam puluh empat tahun pasca proklamasi, secara fisik, bidang industri telah mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Pabrik-pabrik sebagai pusat perindustrian tumbuh bak jamur di musim penghujan. Kalaupun tidak merata, itu wajar, memang begitu seharusnya. Ada daerah yang kemajuannya difokuskan pada bidang pertanian, industri, perdagangan, seni budaya, dan sebagainya. Dengan begitu, semua bisa berkembang dengan dasar pijakan yang kuat.
Rakyat murni yang berkecenderungan hidup dalam bidang industri disebut ber- Natar Industri. Menurut saya, Natar Indistri terdiri dari kelompok industriawan industri logam , industri kimia, aneka industri , industri kecil , industri rumah tangga, dan industri lain-lain. Andaikan pengelompokan ini dirasa kurang tepat, saya harap para pakar industri meluruskannya.
Dalam kondisi normal, seorang industriawan tulen akan tumbuh dari usaha kecil, sedikit demi sedikit merangkak, meroket naik, menjadi besar, menguasai pangsa lokal, merajai pasar nasional, dan siap bersaing dalam tataran internasional. Mereka tumbuh secara alami, mengalami jatuh-bangun sebelum produknya diterima konsumen.
Memang berat untuk bisa sampai ke tahap itu. Sebab, Indonesia yang mereka bawa bukan sekadar pada label produk tetapi ada pada teknologinya. Apalagi, dengan maraknya investor asing yang menyerbu tanah air. Mungkin, butuh satu generasi untuk membuat mereka menjadi besar. Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat industri menghitung kemampuan yang tersisa. Konkritnya, sebagai contoh : pada industri otomotif. Sudah sampai di titik mana kemampuan riil para insinyur (sarjana teknik) yang dimiliki oleh bangsa Indonesia? Tahap mengoperasikan, menganalisa, merakit, memodifikasi, ataukah mencipta?
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, tapi apakah kebesarannya sebanding dengan yang dihasilkannya? Tarik ke kondisi riil, tentang motor. Jangan-jangan, sepeda motor buatan Indonesia yang beberapa saat yang lalu pernah tersiar telah mati suri. Silakan tarik ke bidang-bidang industri yang lain. Saya hanya khawatir, bangsa ini menjadi bangsa aduuuuu adaaaaa, melihat kebesarannya aduuuuu (kagum), melihat yang dihasilkan adaaaaa (remeh) …
Pamong Industri adalah sosok pemimpin para industriawan. Sebagaimana pamong-pamong yang lain, pada level kelurahan, setiap seratus orang kepala keluarga industriawan diwakili oleh seorang pamong pada Perwakilan Kelurahan.
Sedangkan pada level pusat, mereka menguasai 10% kursi dari parlemen –baik rendah maupun tinggi. Keberadaan identitas mereka yang sudah jelas tersebut perlu dan harus dimanfaatkan secara optimal. Dengan begitu, banyak uang, tenaga, waktu, dan pikiran yang bisa dihemat. Itulah perubahan, itulah bagian dari reformasi sungguhan, itulah serpihan realisasi dari menyelesaikan revolusi yang belum selesai.
Dalam jangka pendek (Masa Transisi), tugas Pamong Industri adalah menyambung mata rantai yang terputus antara gerobak dengan kapal terbang. Ingat, enam puluh empat tahun “merdeka” bukanlah sebentar …
Wallahualam.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Noto Lahan Kehidupan dan tag , , , . Tandai permalink.