104. Kanal 7

Kanal 7
Elang dan Pungguk

Saya hanya berpikir, pungguknya yang kesiangan ataukah elangnya yang kepagian? Sampai kapan mereka akan berantem? Ingat, di saat keduanya bertikai, bala tentara tikus bersimaharajalela …

Sebagai sesama panglima bangsa burung, seharusnya mereka tahu akan daerah kekuasaan masing-masing, bukannya malah saling menghancurkan. Sebagai sesama panglima bangsa burung, seharusnya mereka tahu bahwa yang satu menjadi jiwa bagi yang lain.

Seharusnya, mereka sadar telah dikadali kadal. Seharusnya, mereka sadar bahwa yang satu adalah saudara ”kembar” bagi yang lain. Seharusnya, mereka sadar bahwa yang satu menjadi jiwa bagi yang lain. Seharusnya, mereka juga sadar bahwa yang satu juga menjadi raga bagi yang lain.

Memang, bersatunya mereka akan membuat bangsa tikus lari terbirit-birit. Ketika siang, ada elang yang menghadang. Saat gelap, ada pungguk di tiap ceruk. Nyaris tak ada tempat dan tak ada waktu bagi tikus untuk berkembang biak, apalagi sampai naik ke permukaan …

Di samping itu, bersatunya mereka juga akan membuat ular bergetar. Betapa tidak, mata elang bisa memindai gerak ular yang samar. Mata elang juga bisa membuat ular bergetar.
Sedangkan mata pungguk dapat membuat ular terpuruk. Mata pungguk pun bisa membuat ular meringkuk –ketakutan.

Sekarang tarik ke kondisi riil yang ada di depan mata. Siapa elangnya dan siapa pungguknya? Elang jangan mengaku suci sendiri. Pungguk pun jangan merasa sebagai pahlawan sendiri. Kalian berdua sama-sama korban dari kadal yang pintar …


Maaf, saya lagi ”demam” sehingga sedikit mengigau.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di kanal dan tag , , . Tandai permalink.