108. Timbangan Lain Untuk Gayus

108. Timbangan Lain Untuk Gayus

Rumus:”Seluruh keuangan yang menjadi hak Negara serta kewajiban yang timbul karena hak tersebut dihitung berdasarkan bilangan (pengucapan /pelafalan) –nya, sedangkan realita uang yang beredar di masyarakat –hak rakyat–dihitung berdasarkan lambang bilangannya”. Dengan kata lain, hak negara ada pada bilangannya, sementara hak rakyat ada pada lambang bilangannya.

Langsung saja.
Dari yang saya dengar, pendapatan (gaji ditambah tunjangan) yang diterima Gayus adalah dua belas juta lebih sekian rupiah. Untuk mudahnya, saya bulatkan dua belas juta. Dengan masa kerja lima tahun, berarti besar pendapatan dalam kurun waktu tersebut adalah tujuh ratus dua puluh juta. Yang dalam sistem bilangan Hindu Arab berarti Rp 720 000 000,- (tujuh puluh dua dengan tujuh buah nol di belakangnya)

Ketika sistem bilangan Hindu Arab yang bengkok DILURUSKAN maka hak pendapatan yang seharusnya diterima Gayus adalah 720 0000 0000,- (tujuh puluh dua dengan sembilan buah nol di belakangnya)

Yang dikorupsenilai dengan dua puluh lima miliar (?). Artinya, yang dikorup adalah Rp 25 000 000 000,-

Pertanyaannya, Gayus Koruptor atau Pahlawan?

Diketahui:
Yang seharusnya diterima = a; Yang sudah diterima = b; Yang dikorup = c

Penyelesaian:
a – ( b + c ) = n
720 0000 0000 – ( 720 000 000 + 25 000 000 000) = n
720 0000 0000 – 25 720 000 000 = n
720 0000 0000 – 257 2000 0000 = n — pelurusan digit
462 8000 0000 = n

Ternyata, uang Gayus malah masih tersisa Rp 462 8000 0000,- di lumbung negara. Artinya, Gayus memang seorang Pahlawan –minimal bagi kaumnya.

Saya maklum jika Anda telanjur menjatuhkan citra buruk pada Gayus ini dan Gayus – Gayus yang lain.

Memang, korupsi adalah tindak nista dan tercela … Tapi, itu nanti setelah ”super body” guru dapat meluruskan sistem bilangan Hindu Arab. Tanpa itu? Lanjutkan korupsi, sebesar-besarnya. Malah kalau perlu, ambil sekalian mesin pencetak uangnya. Dengan catatan, uangnya jangan dibawa kabur ke luar negeri. Jutaan orang lapar uang … Persetan dengan kata dunia …
Wallahualam.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Noto Uang dan tag , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke 108. Timbangan Lain Untuk Gayus

  1. Indrawati ajach. berkata:

    Hebat dan mantap,Seorang Gayus bisa menggegerkan dunia. Menghalalkan segala macam cara tuk mencapai 7 an.
    Manusia di beri otak intelektual supaya berfikir : baik dan buruk salah dan benar.
    Pertanyaanx sangat lugas : apakah mengambil sesuatu yg bukan haknya itu benar ?
    Kata 2 pahlawan tentu nama yg baik dan di akui dunia, bukan hanya segelintir manusia yg tidak bertanggung jawab seperti gayus gayus yg lain.
    Apalagi sistem ekonomi ,di sini terdapat ke senjangan antara si kaya dan si miskin.
    Yang kaya semakin kaya yg miskin tambah pemiskinannya.
    Sebagai anak Bangsa marilah jangan saling menyalahkan ,lalu Meng ex plementasikan: keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia . Tergantung pengamalan individu 2dlm berbamgsa dan bernegara .
    Hari gini Apa kata dunia :Tindak lanjut di perbatasan Indonesia ya Indonesia nanti waktu yg menjawab.
    By “Indrawati ajach.

    • sugiarno berkata:

      Hmm, benar salah tergantung dari sudut mana melihatnya. Selama masih terjebak dengan pola pikir sebagai bangsa inferior, selama itu pula akan lahir gayus2 lain… Akhirnya ketahuan kan, “Mengapa Piagam Jakarta ditolak?”. Mereka takut kehilangan tangan …

  2. trooper berkata:

    Weleh, saya sih setuju dengan “persetan apa kata dunia”, soalnya kapan hari baru saja setor SPT, langsung dengar berita si Jayus ini, jadi ilfil buat setor SPT lagi.Tapi tetap saja, korupsi itu tidak bisa disebut pahlawan, even for his community🙂

Komentar ditutup.