109. Hanya Satu Wajah Kembali ke Bangku Sekolah Dasar

109. Hanya Satu Wajah Kembali ke Bangku Sekolah Dasar

Dari Orde Lama, Orde Baru, sampai dengan Orde Reformasi, sudah terlalu banyak orang baik-baik kehilangan wajah. Sudah barang pasti, hilangnya wajah mereka bukanlah atas kemauan mereka. Namun, sedikit banyak juga karena kelalaian mereka sendiri. Mereka tidak tanggap akan adanya jebakan yang menghadang di depannya. Semua jebakan bermuara pada jatuhnya kehormatan –baik secara perseorangan /kolektif, bangsa, maupun negara.
Jika berani merunut ke belakang, hulu jebakan ada di pendidikan. Sedangkan simpulnya ada pada bilangan seribu. Memang, jebakan pendidikan dengan simpul seribu -nya bak jala sutera sehingga, siapa pun mereka akan terjatuh ketika sudah berada pada posisi puncak ”rantai makanan”. Padahal, seharusnya tidak begitu.

topeng lombok

topeng lombok

Pertanyaannya sederhana, akankah dibiarkan begitu saja pendidikan menaburkan jebakan di jalan yang bakal dilewati anak-anak bangsa ini? Akankah dibiarkan begitu saja jebakan pendidikan menghabiskan orang-orang baik dari negeri tercinta ini? Padahal, mereka dihormati dalam keluarganya, dan juga dalam masyarakatnya.
Sekadar mengingatkan, jebakan uang yang lagi naik daun lantaran media massa gencar memberitakan pun hasil pendidikan. Umum biasa menyebut jebakan uang dengan korupsi. Mangsanya pun tidak tanggung-tanggung, konon orang besar … Sedangkan korban orang kecil, sudah tak terbilang jumlahnya.
Oleh karena itu, jika sampai Lebaran tahun ini mereka tidak bisa memotong mata rantai korupsi, tidak usah malu, kembalilah ke bangku sekolah dasar –pakai baju putih, celana tiga perempat warna merah hati, kaus kaki putih, sepatu hitam, dan jangan lupa sangu mimik … Oya, topi dengan logo ”Tut Wuri Handayani” harus bertengger di atas kepala– guna mengambil satu wajah asli sebagai pengganti wajah lama yang telah rusak, karena terlalu lama bersembunyi di balik topeng

Glodak …
Ah, … ternyata hanya mimpi menjebak penjebak… maaf …
Wallahualam.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Noto Pendidikan dan tag , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke 109. Hanya Satu Wajah Kembali ke Bangku Sekolah Dasar

  1. pada mulanya manusia itu seperti bayi, kemudian dia sadar bahwa di depannya tidak hanya sesama bayi…
    walau pada akhirnya dia tetap seorang bayi namun dia tetap tahu bahwa di depan dia tidak hanya sesama bayi…

  2. Indrawati ajach. berkata:

    Masih banyak yg peduli dan merasa terpanggil bagi mereka yg berjiwa patriot tuk be Bangsa.
    Apalagi sekarang yg namanya uang lagi naik daun.
    Di era reformasi ini siapa sih yg gak tergiur oleh uang? Pertanyaanx lugas kan ?
    Apakah kita menghalalkan segala macam cara tuk mendapatkan uang ?
    Bagi mereka yg bersembunyi di balik topeng ,dan memakai logo: Tutwuri handayani.
    Wah …hari gini, apa kata dunia !
    Wahai anak Bangsa marilah jangan saling menyalahkan ,bersatulah, bersama sama bela negara.
    Di perbatasan ini marilah kita kembali ke pangkuan ibu pertiwi .

    • sugiarno berkata:

      Di perbatasan guru sini dengan ilmu sini menanti murid-muridnya yang dibawa kabur oleh guru sini dengan ilmu sana … Untuk selanjutnya diantarkan pulang ke pangkuan Ibu Pertiwi. Trim’s telah mampir🙂

Komentar ditutup.