121. ASISTEN GURU KELAS

121. ASISTEN GURU KELAS

Hmm, gawat sekali. Guru mempunyai asisten. Sudah sedemikian beratnyakah tugas, kewajiban, dan tanggung jawab guru sampai-sampai “harus” mempunyai asisten?

Jika dosen yang pintar-pintar, yang gelarnya panjang-panjang, yang belajarnya sampai ke luar negara, dan yang banyak menghabiskan biaya mempunyai asisten dosen, itu wajar. Lantas, guru? Apalagi hanya sekelas Guru Kelas di sekolah dasar. Memang di mana letak sulitnya menjadi seorang Guru Kelas?

Biaya yang dikeluarkan untuk menjadi seorang Guru Kelas tidak sebanyak yang dikeluarkan untuk menjadi seorang dokter, apoteker, ataupun profesi bergengsi yang lain. Apakah karena itu lantas dipandang guru hanya sebuah profesi yang remeh? Atau karena resiko yang dihadapi Guru Kelas jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan profesi lain yang lebih menantang? Atau karena sistem seleksi penerimaan calon Guru Kelas yang relatif longgar –karena masih musim KKN– jika dibandingkan dengan yang lain? Atau oleh sebab-sebab tertentu di luar itu semua?

Semua dalih seperti perkiraan di atas tidak menjadi penting manakala melihat kenyataan di lapangan, hubungan sosial personal antara Guru Kelas-siswa. Sebab, ketika semua orangtua sibuk mencari nafkah bagi keluarganya, maka ketika itu pula kehadiran Guru Kelas sebagai pengganti posisinya diperlukan. Ketika perhatian orangtua kepada anak-anaknya tidak bisa maksimal, maka ketika itulah perhatian Guru Kelas kepada anak-anak yang berada dalam tanggung jawabnya mendapatkan perhatian. Ketika orangtua kurang waktu untuk mendidik anak-anaknya, maka ketika itulah peran Guru Kelas yang akan menggantikannya. Sungguhpun demikian, Guru Kelas bukan pembantu orangtua melainkan mitra orangtua dalam mengantarkan anak-anak mereka agar kelak menjadi manusia dewasa yang bermartabat.

Padahal, tanpa harus memberikan layanan personal pun, beban tanggung jawab Guru Kelas sudah berat, sebab selain sebagai guru sekian mata pelajaran juga menjadi wali kelas –dan, beban kedua ini belum pernah ada ceritanya dibayar, dengan kata lain, menjadi Wali Kelas di sekolah dasar adalah sebuah kerja bakti. Untuk itu, agar pengguna jasa pendidikan mendapatkan pelayanan yang memuaskan maka perlu dimunculkan profesi baru, yaitu Asisten Guru Kelas.

Apakah Asisten Guru Kelas itu? Asisten Guru Kelas adalah orang yang dipercaya untuk membantu Guru Kelas dengan latar belakang pendidikan keguruan –jika ada– sesuai dengan persyaratan jenjang pendidikan tempatnya mengabdikan diri. Dengan demikian, seorang Asisten Guru Kelas tidak harus mempunyai ”sertifikat” mengajar.

Keberadaan Asisten Guru Kelas disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, pihak sekolah bisa memberikan pelayanan prima kepada para siswanya. Sebab, rasio antara Guru Kelas : Asisten Guru Kelas : siswa = 1 : 4 : 40. Kedua, Asisten Guru Kelas adalah jenis pekerjaan baru. Dengan adanya jenis pekerjaan baru ini, tidak ada lagi Guru ”Kelas” Sukarelawan di sekolah dasar. Tidak ada lagi Guru ”Kelas” Bantu di sekolah dasar. Tidak ada lagi Guru ”Kelas” Kontrak di sekolah dasar. Dengan begitu, hilanglah sebuah sekat. Ketiga, guru-guru senior bisa membimbimbing guru-guru yunior yang berada dalam tanggung jawabnya.

Dengan latar belakang pendidikan Diploma 2, masa kerja 0 tahun, jumlah jam kerja 24 jam /minggu, standar gaji mereka adalah Rp 600.000,00. Pertanyaannya, dari mana sekolah dasar mendapatkan dana untuk menggaji mereka? Semua harus sabar sampai Kepala Negara berkenan merevisi bilangan rupiah. Sampai kapan sabarnya? Hmm, Anda lebih tahu jawabannya …

Memang, tanpa adanya Asisten Guru Kelas pun, kegiatan belajar mengajar di kelas bisa berjalan. Tanpa Asisten Guru Kelas pun, administrasi kelas bisa berjalan. Tanpa Asisten Guru Kelas pun, entah bagaimana caranya, Guru Kelas bisa mengatasi tetek bengek permasalahan kelasnya. Namun, masalahnya bukan di situ. Masalahnya adalah, adakah kemauan belajar untuk memanusiakan guru, dalam hal ini Guru Kelas Di sekolah dasar? Jika ada, lakukanlah. Jika tidak ada, lupakanlah.
Wallahualam.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Noto Pendidikan dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke 121. ASISTEN GURU KELAS

  1. Wendy Hernandez berkata:

    Hello.This post was extremely remarkable, especially because I was looking for thoughts on this issue last Saturday.

Komentar ditutup.