123. MANDI BERSAMA BIDADARA

123. Mandi Bersama Bidadara

Mandi adalah aktivitas pribadi Bangsa Munusia Indonesia, yang lazimnya tidak mau melihat dan tidak mau dilihat oleh orang lain. Oleh karena itu, mandi biasa dilakukan di tempat tertutup.

Seiring pertumbuhan peradabannya, mereka melakukan kegiatan mandi bersama, di tempat terbuka. Sebut saja, mandi bersama di kolam renang. Di tempat itu, kolam memang terbuka. Terbuka, bagi mereka. Namun, menjadi tertutup bagi yang tidak termasuk kelompok mereka. Sungguhpun di situ, air melimpah.

Pada tempat pemandian umum, ada batasan-batasan yang harus tetap dijunjung tinggi. Yaitu, para pemandi tidak boleh telanjang bulat. Daerah tertentu dalam tubuh bukanlah konsumsi umum …

Anak-anak kecil mandi bersama

Setiap gerak langkah Bangsa Manusia Indonesia mempunyai tujuan. Dalam hal ini, efek samping mandi bersama di kolam renang untuk berenang agar tetap bugar, untuk masalah kesehatan, saya kesampingkan. Sebab, tujuan mereka memang bukan untuk itu, bukan untuk berolah raga. Tujuan utama mandi bersama adalah untuk membangun rasa kebersamaan, rasa senasib, dan rasa sepenanggungan. Sungguhpun demikian, tujuan utama mandi adalah untuk membersihkan badan tidak boleh dilupakan oleh Ketua Mandi dan oleh para pemandi.

Usai mengusir bangsa “penjajah”, 64 tahun lebih Bangsa Manusia Indonesia menempuh perjalanan panjang. Mereka menjadi bangsa dekil. Dunia menyebutnya sebagai bangsa korup –malah dapat ranking, dunia juga sering menuduh sebagai bangsa babu /kuli, perusak alam, dan –yang lebih menyakitkan– di tuduh sebagai bangsa teroris.

Tubuh Bangsa Manusia Indonesia yang telah dekil harus dimandikan bersama-sama oleh Ketua Mandi di kolam yang buueessuuaar, yang bisa menampung semuanya supaya bersih, supaya cling. Pakaian yang telah kumal, jangan dipakai lagi, buang saja jauh-jauh, atau dipendam dalam-dalam supaya tidak kelihatan lagi. Dan selanjutnya, ganti dengan baju baru.

Pemandian yang disediakan untuk Bangsa Manusia Indonesia ada dua rasa dengan tujuh kolam yang berbeda. Dua rasa tersebut adalah rasa materi dan rasa immateri. Rasa materi mempunyai tujuh kolam, begitu pula rasa immateri. Sebagai bangsa bidadara, di sanalah mereka mandi. Mereka tidak perlu takut kehilangan bajunya saat mandi. Sebab, baju mereka sudah ada yang menjaga. Apalagi, Jaka Tarub tidak tertarik mencuri baju mereka, apalagi dia sudah tamat belajar di Sekolah Dasar NegarA Indonesia, apalagi dia sudah sadar bahwa mencuri itu termasuk melanggar perintah -NYA.

Pertanyaannya sederhana, mau mandi bersama bidadara atau masih suka berdekil ria? Jika mau, lakukanlah perubahan mendasar. Jika tidak mau, lupakanlah menyelesaikan revolusi yang belum selesai, lupakanlah reformasi, dsb., dst., dan lupakanlah semua cita-cita para pendiri negara ini. Gampang ’kan?

Wallahualam.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Noto Penguasa dan tag , , , , . Tandai permalink.

95 Balasan ke 123. MANDI BERSAMA BIDADARA

  1. Woh I love your posts, saved to my bookmarks!

  2. Ouch walking into a door has got to hurt

  3. Elease Garay berkata:

    very helpful post, cheers!

  4. Jimmie Jansma berkata:

    i bookmarked this site

  5. Letisha Justis berkata:

    Good day! You some form of knowledgeable? Nice message. Can you tell me easy methods to subscribe your weblog?

Komentar ditutup.