3. Berapa rupiah besar tunjangan wali kelas yang layak?

3. Berapa rupiah besar tunjangan wali kelas yang layak?

Jawaban:
Peraturan tidak ada, aturan juga tidak ada. Oleh karena itu, pertanyaan pun bergulir. Akankah mereka dipekerjabaktikan selama bertugas menjadi guru? Padahal, atasan mereka, atasannya lagi, atasan atasannya lagi, dst, dst. –sampai yang tertinggi– sudah tidak mengenal kerja bakti. Semua gerak mereka ada harganya, ada uangnya. Sebut saja misalnya : uang tanda tangan persetujuan, uang konsultasi, uang transportasi, uang monitoring, dsb., sementara guru yang menjadi wali kelas mendapat apa?
Mengingat fungsi wali kelas yang menjadi jembatan antara kepentingan guru pengajar dengan kepentingan siswa dan menjadi penghubung antara kepentingan sekolah dengan kepentingan orangtua siswa /wali murid maka pemberian pemberian tunjangan wali kelas berlaku hukum kepatutan.
Berdasarkan konsep bilangan, nilai kepatutan dapat dirunut. Bilangan warisan nenek moyang yang masih suci adalah satu, puluh, dan ratus (a). Sementara satuan bilangan yang ”sedang” menari adalah satuan, puluhan, ratusan, ribuan, jutaan, miliaran, dan triliunan (b). Ketika (a) dan (b) dipadukan maka didapat nilai kepatutan besaran tunjangan wali kelas. Hasilnya, untuk SD adalah Rp 100.000,- (baca: seratus ribu rupiah) –pada masa pasca transisi, senilai dengan Rp 10,– setiap bulan. Untuk SLTP adalah Rp 110.000,- dan untuk SLTA adalah Ro 120.000,-. Bersyukurlah bagi mereka yang sudah menerima (sekalipun bukan tunjangan resmi), paling tidak bisa untuk menambah tebal asap dapur.
Di tengah suasana ketamakan nasional pada sebagian pemimpin, memenuhi hak guru yang menjadi wali kelas memang berat. Oleh sebab itu, jika para pemimpin hanya bisa memikirkan perut sendiri namun tidak bisa memikirkan perut bawahannya, ombyokan🙂.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Tanya Jawab dan tag , , , , , . Tandai permalink.