6. Penting gak sih pemberian grasi bagi para koruptor?

6. Penting gak sih pemberian grasi bagi para koruptor?

Jawaban:
Koruptor memang salah, tapi itu nanti setelah NOL uang mereka yang ditilep oleh sistem bilangan dikembalikan. Tanpa pernah berani meluruskan sistem bilangan Hindu Arab dan merefisi bilangan rupiah maka selama itu pula kedudukan koruptor setara dengan pahlawan (minimal bagi kaumnya). Menurut saya, koruptor juga korban. Mereka korban yang “kebetulan” jatuh di kasur empuk. Sebagai pembanding pendapat umum, silakan periksa beberapa tulisan di Noto Uang. Jika dan hanya jika penguasa “rupiah” berani mengembalikan NOL yang ditilep maka jangankan hanya potong tangan, dipancungpun pantas. Oleh sebab itu, pemberian grasi menjadi “penting dan pantas” –dengan catatan, segera benahi bilangan rupiah. Tanpa itu = kebijakan tipu-tipu. Maaf, saya hanya urun rembuk.


Tambahan: 1. Sepertinya, jika dipancung terlalu berlebihan. Ada baiknya kita membuka sejarah nenek moyang. Jika saya tidak salah ingat pelajaran sewaktu SD, Ratu Sima pernah menghukum berat Ktut Mas yang “hanya” menginjak-injak pundi-pundi uang, “hanya” menginjak –tidak mengambil– sudah dihukum berat, apalagi jika mengambil. Tapi, sekali lagi, itu nanti, setelah urusan utang-piutang bilangan antara produsen bilangan dengan konsumen bilangan diselesaikan; 2. Selama hasil korupsi TIDAK dilarikan ke luar negara.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Tanya Jawab dan tag , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke 6. Penting gak sih pemberian grasi bagi para koruptor?

  1. yuni berkata:

    gak banget deh….
    mereka tu dah nyusahin banyak orang.
    liat ja banyak orang yang menderita akibat semua yang mereka lakukan.
    apapun alasannya,mereka tidak layak mendapatkan grasi.

  2. Gie berkata:

    Penting Jika telah ada Revisi Bilangan rupiah om….

Komentar ditutup.