10. Indonesiaku, sudahkah tercapai tujuan adil dan makmur?

10. Indonesiaku, sudahkah tercapai tujuan adil dan makmur?

Jawaban
1. Adil? Menurut saya, belum. Maaf, seharusnya pakai “b” besar dan tebal. Bagaimana penguasa akan berlaku adil kepada yang dikuasai jika rumus untuk menjadi adil tidak pernah dipelajari. Memang, kita tidak mungkin bisa memuaskan semua orang. Tapi, jangan lupa. kepuasan itu relatif. Oleh karena itu timbangan adil adalah benar dan salah, bukan baik dan buruk. Sedangkan sandaran adil adalah moral transedental. Selebihnya, silakan lihat di NOTO ADIL pada Revolusi Bilangan Start Sebuah Keadilan;

golek pangan

angele golek pangan

2. Makmur? masih terlalu amat sangat juauuuuuuuuuuuuuuuh. Adil saja belum apalagi makmur. Memang tidak dapat dipungkiri pada sebagian orang sudah makmur /serba berkecukupan dari segi materi. Tapi, jumlah yang tidak makmur jauh lebih banyak. Belum lagi jika ditambah rakyat yang tersisih sebagai korban efforia merdeka. Lihat, mereka yang jungkir-balik ke sana-ke mari mencari kerja, menggelandang di emper toko, terlunta-lunta di jalan, tidur di bantaran sungai, dsb. Menjadi tanggung-jawab siapatah mereka? Padahal, konstitusi bilang … fakir-miskin dan anak-anak terlantar dst. Contoh lain, Jakarta yang terlihat megah, apakah masih millik “orang” Indonesia? dsb.dst.
Oleh karena itu, jika sudah bisa adil –dalam lahan kehidupan– barulah terjadi pendistribusian pendapatan secara merata. Pada gilirannya, kemakmuran pun tercipta.
Masalahnya, adil harus dimulai dari diri sendiri –siapapun mereka.

Tambahan: Keadilan dimulai dari atas, sedangkan kemakmuran dimulai dari bawah. Artinya, yang pertama kali diadili adalah yang di atas, sedangkan yang pertama kali dimakmurkan adalah yang di bawah. Bukan malah sebaliknya.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Tanya Jawab dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke 10. Indonesiaku, sudahkah tercapai tujuan adil dan makmur?

  1. Gie berkata:

    Bener juga ya.. Adil dari Atas dan Makmur dari Bawah. Bukan sebaliknya Adil (yg diadili yg dibawah* yang makmur yang atas. ) nasib nasib…

Komentar ditutup.