4. Permainan Hidup Jakarta

4. Permainan Hidup Jakarta

Kata si empunya cerita, hidup adalah permainan. Karena itu, para pemain tidak boleh hanyut dalam permainan, cukup dengan penjiwaan yang dalam. Ketika sesama pemain menghukum yang bersalah, cukup dengan hukum-hukuman. Ketika sesama pemain memberi ganjaran kepada yang berjasa, cukup dengan ganjar-ganjaran. Dengan kata lain, tidak boleh saling menyakiti. Namanya saja sekadar permainan hidup.

Main Pukul Air

Hanya permainan

Ketika hidup bukan sekadar permainan, maka hidup adalah sungguhan. Oleh karena itu, harus sungguh-sungguh dalam menjalani hidup dalam kehidupan. Semua harus bisa memainkan perannya dengan serius. Menghukum orang yang bersalah harus dengan hukum yang sungguh-sungguh. Memberi ganjaran kepada yang berjasa pun harus dengan ganjaran yang sungguh-sungguh.

Hidup di dunia adalah sungguh-sungguh. Oleh sebab itu, meskipun tidak selamanya tinggal di dunia, perlu belajar agar bisa hidup dengan layak di muka bumi. Hidup di akherat pun sungguh-sungguh. Oleh sebab itu, perlu dipersiapkan sebaik mungkin bekal yang hendak dibawa, agar kelak tidak sengsara. Dengan begitu, kehidupan tidak timpang.

Ketika permainan usai, semua pulang ke rumah masing-masing dengan membawa sejuta kenangan. Bagi bangsa Manusia Indonesia, Negeri Khayangan adalah rumah mereka … Sekedar mengingatkan, Permainan Hidup yang bernama Jakarta mulai berakhir pada 17 Agustus 2009, dan akan berakhir secara keseluruhan pada 27 Desember 2013 (64 tahun Pasca Proklamasi, 17 Agustus 1945 /64 tahun Pasca Konferensi Meja Bundar). Dengan kata lain, masa bakti Generasi ’45 pada negara ini akan berakhir pada 27 Desember 2013. Oleh sebab itu, berikan kesempatan kepada mereka untuk menyelesaikan revolusi mereka yang belum selesai. Padahal, waktu kian menyempit …

Sekadar penyemangat: Ketika kecil bahagia, di masa anak-anak gembira, saat dewasa sentosa, kala tua mulia, dan jikalau mati masuk surga. Bukan: Ketika kecil menderita, di masa anak-anak sengsara, saat dewasa celaka, kala tua hina, dan jikalau mati masuk neraka. Wallahualam

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Bernomor dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke 4. Permainan Hidup Jakarta

  1. This blog appears to recieve a great deal of visitors. How do you advertise it? It gives a nice unique spin on things. I guess having something authentic or substantial to say is the most important factor.

Komentar ditutup.