15. Komunis, siapa takut? Kapitalis, siapa pula yang takut?

15. Komunis, siapa takut? Kapitalis, siapa pula yang takut?

Jawaban:
komunis n penganut paham komunisme
komunisme n paham atai ideologi (dl bidang politik) yang menganut ajaran Karl Marx dan Friedrich Engels (menghapuskan hak milik perseorangan dan menggantinya dng milik bersama)
(Kamus Besar Bahasa Indonesia: 1990, 454)

Secara politis, komunis telah tumbang sekian puluh tahun yang silam. Bagaimana secara ideologis? Sekarang lihat realita kehidupan. Ketika diselenggarakan pesta demokrasi, menjadi pemilih dan atau /menjadi golongan putih tidak masalah. Ketika pasar dibuka, semua orang yang hendak membelanjakan uangnya –bahkan yang sekedar jalan-jalan pun– boleh masuk. Dari matahari terbit sampai matahari terbit di hari berikutnya, semua orang boleh melewati jalan raya. Semua orang umum yang mati bisa dimakamkan di pemakaman umum. Sepanjang ada tempat dan memenuhi persyaratan, semua anak Indonesia boleh mengenyam bangku pendidikan. Asalkan ”lolos” ujian CPNS, semua orang boleh menjadi PNS. Asalkan terpilih, Anda pun bisa menjadi presiden. Bahkan, agama yang suci dari sana pun bisa diterima dan berkembang di sini, dst., dsb.

Meski ditentang dan dicela, komunis telah akrab dengan keseharian. Jika takut komunis, silakan buat pasar sendiri, terus belanja sendiri di toko sendiri. Silakan mendirikan rumah sakit sendiri, jadi dokter sendiri, jadi pasien sendiri. Silakan buat jalan sendiri, buat kendaraan sendiri, naiki sendiri. Silakan tulis buku sendiri, dilihat sendiri, dibaca sendiri, dicetak sendiri, dijual sendiri, dibeli sendiri. Silakan buat gedung sekolah sendiri, jadi guru sendiri, jadi murid sendiri, minta gaji juga pada diri sendiri. Silakan jadi presiden sendiri, jadi rakyat sendiri. Silakan mendirikan agama sendiri, jadi nabi sendiri, jadi umatnya sendiri, dst., dsb. Jadi, siapa yang takut dengan komunis? Komunis tak ubahnya dengan maling, yang takut dengan maling justru si maling sendiri. Ia takut dengan namanya sendiri …

Menghapus hak milik perseorangan dan menggantinya dengan milik bersama, tidak masalah. Asal, dilakukan secara ikhlas oleh si empunya hak milik perseorangan tersebut. Namun, begitu ada intervensi dari atas /luar maka di situlah terjadi penyimpangan alur kehidupan. Dan, Pegawai Negara Sipil /Militer adalah korban dari perilaku komunis. Uang pensiun yang mereka terima tidak lebih sebagai uang tipu-tipu karena lahan hidupnya –yang seharusnya bisa diwariskan /dihibahkan /dijual– dirampas segilintir penguasa (baca: k<@#5’s) atas nama negara. Silakan mencari sendiri contoh-contoh yang lain dalam keseharian.

kapital n modal (pokok) dl perniagaan
kapitalis n kaum bermodal; orang yang bermodal besar; golongan atau orang yg sangat kaya
kapitalisme n sistem dan paham ekonomi (perekonomian) yg modalnya (penanaman modalnya; kegiatan industrinya) bersumber pd modal pribadi atau modal perusahaan-perusahaan dng ciri persaingan di pasaran bebas
(Kamus Besar Bahasa Indonesia: 1990, 389)

Realita di lapangan. Adakah yang mau merugi dalam usahanya? Sekecil apapun modalnya, semua ingin usahanya maju dan berhasil. Jangankan yang bermodal uang sampai bermiliar-miliar, yang hanya bermodal milik pribadinya pun (maaf) ingin sukses. Lantas siapa yang takut kapitalis? Sama seperti komunis, yang takut kapitalis adalah kapitalis itu sendiri.

Komunis dan kapitalis akan sama-sama bermanfaat asal dikelola dengan benar. Pada padang perburuan yang bebas, di situlah berlaku hukum komunis. Namun, ketika para pemburu sudah berhasil menangkap buruannya, di situ berlaku hukum kapitalis. Ketika pemburu yang satu merebut hasil buruan pemburu yang lain, maka bukan nilai Pancasila yang dipakai, namun nilai bar-bar. Sesungguhnya, komunisme merupakan sebuah nyali INDONESIA untuk go global, sedangkan kapitalisme adalah sebuah nyali bagi INDONESIA untuk bertahan dari serbuan global. Setahu saya, antara komunis dan kapitalis itu bersaudara, kembar malah. Oleh sebab itu, INDONESIA -is tidak takut komunis dan juga tidak takut kapitalis.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Tanya Jawab dan tag , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke 15. Komunis, siapa takut? Kapitalis, siapa pula yang takut?

  1. Gie berkata:

    Masing-masing telah akrab dengan Komunis dan Kapitalis, tapi masih takut untuk menyentuhnya. Padahal susah berdampingan disana….

Komentar ditutup.