8. Bernostalgia dengan Senyum Ibu Pertiwi

8. Bernostalgia dengan Senyum Ibu Pertiwi

Jangankan dengan cara salah, dengan cara betul pun hasil menurunkan seorang presiden dan mengangkat seorang presiden sebagai penggantinya hasilnya adalah setali tiga uang. Apakah itu? Jawabannya hanya satu kalimat : memperpanjang deret tanya yang tak terselesaikan. Itu berarti, pekerjaan generasi penerus makin banyak.

Sekedar mengingatkan, dulu Biru-Merah-Putih pernah berkibar di halaman rumah Ibu Pertiwi. Karena perilaku Biru yang kelewatan, ia disobek, dan dibuang. Dengan jatuhnya biru, presiden naik. Kala itu, Ibu Pertiwi tersenyum.

Tujuh presiden telah naik dengan caranya masing-masing. Untuk biaya ”pesalinan” yang harus dipikul INDONESIA tidak tanggung-tanggung, hasil kerja mereka -pun juga tidak tanggung-tanggung.

Senyum Ibu Pertiwi menghilang bersama kepergian anaknya, si Anak Kandung Revolusi. Padahal butuh jiwa besar untuk memanggil mereka kembali pulang. Masalahnya, masih adakah jiwa besar di negara ini? Sejujurnya, saya meragukan.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Bernomor dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke 8. Bernostalgia dengan Senyum Ibu Pertiwi

  1. sugiarno berkata:

    Lalu, bagaimana dengan Merah? Merah? Hahahaha …

Komentar ditutup.