-mu Membantu Eyang Guru

-mu Membantu Eyang Guru

“Badanmu bau sekali”.
“Anu, Bu … Tadi, saya membantu Eyang Guru berburu tikus”.
”Berburu tikus? Maksudmu, di kelasmu ada tikusnya?”
”Bukan hanya ada, tapi malah menjadi sarang tikus”.
”Aneh, kelas kok menjadi sarang tikus,” guman Ibu Pertiwi.
”Eyang Guru juga heran …”.

Untuk beberapa saat, Ibu Pertiwi termangu, ”Tadi kau sebut Eyang Guru … Memangnya, Bapak dan Ibu Gurumu ke mana?”
”Kata Eyang Guru, mereka sibuk … Ada yang penataran, ada yang pelatihan, ada yang rapat, ada yang seminar, ada yang bawa map ke barat ke timur, bahkan Bapak Guru Besar ke India … Pokoknya, semua sibuk, tidak ada yang bisa diganggu”.
”Pantas saja, kelasmu menjadi sarang tikus … Gurumu sibuk sendiri rupanya”.

Murid Kelas I SDN Tisnogambar 03 menangkap tikus kelas

menangkap tikus kelas


Si -mu tidak menjawab, ia tidak mengerti dengan apa yang dimaksud ibunya.
Ibu Pertiwi kian termangu, “Eyang Guru sampai hadir di kelas menemui cucu muridnya, tentu ada yang tidak beres …”. Ibu Pertiwi jadi teringat masa lalunya, saat dirinya masih belajar …
”Setelah tertangkap, lalu apa yang kamu lakukan?”
”Bangkai tikus harus dipendam dalam-dalam, supaya tidak bau, supaya tidak menimbulkan penyakit …”.
”Lalu?”
”Kata Eyang Guru, -mu harus cepat besar … ”.
”Sesudah besar, lalu?”
”Supaya bisa membantu Eyang Guru menangkap tikus lain,” jawab si -mu, ”Memangnya, tikus lain itu seperti apa, Bu?”
Ibu Pertiwi tidak menjawab, ”Kamu masih kecil, khitan saja belum … Mau tahu tikus lain, tikus lain itu doyan kulup! Hmm, sana pergi mandi yang bersih!! Badanmu, bau!!!”
Si -mu masih berdiri terbengong-bengong di tempatnya.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di selembar dan tag , , , , , . Tandai permalink.