27. Di mana posisi Tentara Tuhan?

27. Di mana posisi Tentara Tuhan?
Jawaban:
Tidak dapat dipungkiri, di antara rakyat Indonesia ada yang mempunyai kelebihan dalam bidang olah fisik. Keberadaan mereka perlu mendapatkan tempat agar kelebihan tersebut tidak digunakan untuk hal-hal negatif. Untuk itu, agar padu antara jiwa dan raga INDONESIA dimunculkan Tentara Tuhan.

Tentara Tuhan bukanlah tentara biasa. Kehadirannya tidak cukup didasari oleh ilmu, di situ ada iman –sesuai agama yang dianut. Oleh sebab itu, jangankan bersenjata, tanpa senjata pun mereka berani melawan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, yang dimaksud dengan Tentara Tuhan adalah tentara yang membawa nama Tuhan. Dalam tulisan lain ada saya sebutkan, mereka adalah militansi sipil dengan identitas tertentu. Misalnya: Hizbullah untuk militansi Islam, Tentara Salib untuk militansi Nasrani, Pecalang untuk militansi Hindu, dan sebagainya. Kedua, di dalam negara sendiri, Tentara Tuhan TIDAK memegang senjata api. Senjata mereka bisa berupa cambuk, rotan, atau semacam pentungan. Ketiga, Tentara Tuhan berada dalam payung Badan Pertahanan dan Keamanan Nasional. Dengan kata lain, Panglima Tertinggi Tentara Tuhan tunduk pada Panglima Tertinggi Pertahanan dan Keamanan Nasional. Keempat, dalam kondisi aman, rasio Tentara Tuhan dengan jumlah penduduk seagama adalah 1 : 100. Kelima, penjaringan Tentara Tuhan terjadi secara alami. Keenam, kewajiban Tentara Tuhan adalah melindungi sipil dengan identitas tertentu dari gangguan sipil lain tertentu dan juga mengamankan simbul-simbul agama dari pelecehan. Ketujuh, pakaian seragam Tentara Tuhan adalah putih-putih –lambang kesucian (Andaikan wayang, mereka adalah Hanoman). Kedelapan, pembinaan kecakapan fisik ada pada militer. Sedangkan pembinaan iman ada pada imam mereka.
Pertanyaan pun bergulir, untuk mempersatukan Tentara Tuhan yang seagama, sanggupkah semua ormas keagamaan melebur menjadi SATU? Jika sanggup, di situlah kebangkiatan agama dimulai, di situlah budi kembali. Oleh sebab itu, jangan menunggu dibubarkan. Jangan lagi bercerai-berai, Belanda telah jauh, devide et impera telah usang.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Tanya Jawab dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.