Berkunjung

Berkunjung
+ : Selamat Tahun Baru, Krisna
– : Terima kasih …(bingung) … Sekarang sudah akhir Februari …
+ : Ah, lebih baik terlambat daripada tidak …
– : Tapi, kamu kelewatan …
+ : Maklum, banyak rintangan di jalan …

Krisna Hitam - Krisna Putih

Krisna Hitam - Krisna Putih

– : Lho, kamu ini siapa? Kok mirip aku …
+ : Aku? Aku Krisna INDONESIA
– : Lho … (bingung lagi) … Lalu, aku ini Krisna siapa?
+ : Aduh …, kamu amnesia, ya? … Kamu kan krisna -nya Krisna …
– : Lho … (tambah bingung) … Jadi? Aku bukan Krisna -nya INDONESIA?
+ : Ya, bukan …
– : Lho …(tambah semakin bingung) … Memangnya, Krisna itu ada berapa?
+ : Ya … banyaklah … Ada Krisna Jawa, tahun barunya 1 Sura. Ada Krisna Arab, tahun barunya 1 Muharam. Ada Krisna kamu, tahun barunya 1 Januari. Krisna Cina, punya tahun baru sendiri. Krisna Jepang punya tahun baru sendiri … Pokoknya, banyak … Aku tidak hafal, maaf …
– : Lalu … kapan tahun barumu sendiri
+ : Aku? Tahun baruku jatuh pada 1 Lebaran
– : Lho … (semakin tambah kian bingung) … Maksudmu, 1 Syawal?
+ : Bukan, Syawal itu milik Arab. 1 Syawal bertepatan dengan Idhul Fitri, dan itu milik Islam.
– : Lalu? (- memegangi kepalanya. Ia bukan hanya bingung, kepalanya mulai puyeng)
+ : Lebaran itu, milik INDONESIA. Lebaran adalah start budaya nasional kami. Ini warisan para pendahulu kami, Krisna … Di awal kemerdekaan negeri ini, mereka menabur benih ini. Setelah satu masa, benih itu tumbuh …
– : Lalu? (- kepalanya mulai sedut senut sedut)
+ : Pada 1 Syawal, kami masih di tanggal 0 Lebaran
– : Tanggal 0, maksudmu tanggal nol?
+ : Bukan nol, tapi NOL … Kami bangsa manusia bumi, manusia INDONESIA. Kami mengenal NOL … Tadinya, kami tidak ada, lalu ada, dan akhirnya tidak ada lagi. Dari 0 ke 1 lalu ke 0 lagi. Kalau kamu kan lain, kamu kan bangsa manusia langit, jadinya tidak kenal NOL …
– : Lalu? (- kepalanya kian senut-senut dan sedut-sedut)
+ : Pada 2 Syawal, kami ber- 1 Lebaran, itulah tahun baru bagi bangsa Manusia Indonesia
– : Ooo … Lalu?
+ : Aku dan bangsaku, terlahir beda. Beda denganmu, beda juga dengan yang lain.
– : Maksudmu?
+ : Kami tidak mau menandingi TUHAN YME.
– : Hmm, lalu? (- pandangan matanya mulai berkunang-kunang)
+ : Yang boleh ujuk-ujuk 1 hanyalah DIA. Hmm , … Makanya, ikut kamu dan ikut Krisna-Krisna lain akan berakhir di dalam kotak … Sudah Krisna, aku pamit … Oya, sekali lagi, Selamat Tahun Baru. Salam …🙂
– : Ya, ya … terima kas …
(Krisna Hitam pun pergi, Krisna Putih jatuh pingsan sebelum mengakhiri kalimatnya).

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di selembar dan tag , , , , . Tandai permalink.