Operasi Topeng

Operasi Topeng

Karena telanjur dianggap ada, maka Pintu Gerbang Kemerdekaan pun menjadi ada. Tempatnya di sana, di Jantung Indonesia. Jika Anda berpikir ini informasi gila, maka dugaan Anda tidak meleset. Kegilaan zaman harus dihadapi dengan KEHENINGAN ZAMAN. Dengan begitu akan selesai kegilaan tersebut dan terciptalah KEAGUNGAN ZAMAN.
…..
Tentunya, Anda masih ingat bahwa ada satu diksi dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “Pintu Gerbang Kemerdekaan”. Sekarang, coba Anda temukan, di mana gerangan pintu tersebut berada? Pembukaan UUD 1945 saja, –maaf– bohong.
Kalaupun Anda menganggap bahwa diksi tersebut mempunyai makna kias maka, muncul pertanyaan –hal sebesar itu, hal sepenting itu, masih dikias-kiaskan, bukankah INDONESIA itu BESAR– mengapa masih takut mengatakan hal yang sebenarnya?

Hanya seorang penjaga, tidak lebih

Hanya seorang penjaga, tidak lebih

Dengan dimunculkannya Pintu Gerbang Kemerdekaan dalam makna lugas, dalam arti sesungguhnya, maka berakhirlah zaman gila.
Dengan kata lain, Pembukaan UUD 1945 benar-benar tidak dapat diutak-utik lagi. Sebab, kata demi kata, kalimat demi kalimat, alinea demi alinea dapat dibuktikan kebenarannya.
…..
Melihat ada sebuah pintu gerbang penting tanpa pengawasan, seorang lelaki tua mengangkat dirinya sendiri sebagai penjaganya. Sungguh, ia menjadi tuan bagi dirinya sendiri. Namun, sebagai manusia lumrah, ada tempat bagi orang lain yang memberikan dorongan di belakangnya.
Sebagai pemain tunggal pada zamannya, ia membuat aturan main sendiri Ia mengharuskan buka topeng bagi yang hendak melewatinya.
Ini operasi bukan seperti operasinya dokter bedah, bukan seperti operasinya polisi, bukan seperti operasinya Satpol PP, atau operasi yang lain. Ini operasi yang tidak lazim. Operasi ini terjadi ketika semua sudah berbaris rapi di depan Gerbang Kemerdekaan. Mereka diijinkan masuk setelah membuka topeng masing-masing.
Dalam hal ini, tak ada pengecualian, tak ada penganak emasan, tak ada pengistimewaan. Semua harus buka topeng. Gara-gara topeng itu, sesama saudara menjadi tidak saling mengenal. Gara-gara topeng itu, sesama saudara jadi berantem. Gara-gara topeng itu, uang saudara diembat. Gara-gara topeng itu, darah saudara sendiri ditumpahkan …
…..
“Jangan kurang ajar! Aku ini p271en,” kata seorang gagah berkacak pinggang.
“Hahaha … Orang senegara bisa Anda kibuli, saya tidak … hahaha …”.
“Aku ini p271enmu!” bentaknya.
“Hahaha … Anda seorang ksatria, Tentara …”.
“Itu kan dulu, aku sudah pensiun …”.
“Hahaha … Pegawai NegarA TIDAK MENGENAL pensiun. Yang kenal pensiun itu Pegawai NegerI. Lagi pula, jika jenderal jadi raja, lalu yang jadi jenderal siapa?
“Masih banyak yang lain”.
“Itu kan kata Anda, kataku tidak … Sudah cepat buka topeng Anda …Tempat tentara di sana,” kata Penjaga Gerbang Kemerdekaan sambil menunjuk ke satu arah.
…..
Glodak …

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di selembar dan tag , , , , , . Tandai permalink.

205 Balasan ke Operasi Topeng

  1. Hotele Wroclaw berkata:

    Great blog. There’s a lots good data in this blog, though I would like tell you something. I can understand the content, but the navigation doesn’t work so good. I never usually post on blogs but I have found this is very useful work.

  2. Just discovered this blog thru Yahoo, what a pleasant surprise!

  3. Veola Brenchley berkata:

    Cool stuff here!

  4. www.Allegro.pl berkata:

    An interesting discussion is worth comment. I think that you should write more on this topic, it might not be a taboo subject but generally people are not enough to speak on such topics. To the next. Cheers

Komentar ditutup.