30. Siapakah yang harus membongkar korupsi uang?

30. Siapakah yang harus membongkar korupsi uang?
Jawaban:
Ingat pepatah yang pernah diajarkan guru masa lalu Anda, “Kena ikannya, jangan keruh airnya”. Ingat juga, “Sudah cukup harta, derai air mata, darah, dan nyawa rakyat dikorbankan untuk menopang singgasana”. Dan, ingat pula, “Jangan membakar lumbung, meskipun lumbung telah penuh rayap dan tikus. Sebab, rayap bisa mati, namun tikus akan menyebar ke mana-mana”.

Singkat kata, di negara ini, hanya ada 1 orang kuat, beliau adalah RI 1. Oleh sebab itu, RI 1 harus sadar bahwa ada yang salah di negara ini. Semua telah menjadi korban dari korupsi uang yang tersusun secara sistemik –termasuk RI 1 sendiri. Sementara sistem yang busuk telah tertata rapi di institusi pendidikan.

Membongkar institusi pendidikan = Revolusi Pendidikan. Membongkar institusi pendidikan harus dimulai dari hulu. Hulunya pendidikan ada di sekolah dasar. Hulunya sekolah dasar ada di kelas satu. Hulunya kelas satu ada pada mata pelajaran. Hulunya mata pelajaran ada pada ilmu. Ratunya ilmu adalah Matematika, dan penghulu Matematika adalah BILANGAN. Padahal, sistem bilangan yang dipakai di sekolah adalah Sistem Bilangan Hindu Arab.

Dengan kata lain, korupsi uang adalah sebuah keniscayaan. Dengan kata lain, korupsi uang adalah buah yang harus dipetik dari pohon koruptif yang dipelihara oleh guru. Dengan kata lain, wajar jika negara ini mendapat predikat negara terkorup se- apa saja. Sebab, korupsi adalah borok peradaban sana yang terakumulasi di sini

Nah, membongkar korupsi uang tidak cukup hanya dengan menjatuhkan hukuman mati kepada pelaku, membuat keputusan presiden, atau bahkan sampai dengan mengamandemen undang-undang dasar … tidak cukup dengan itu. Yang dibutuhkan adalah keberanian mengaku salah dan mengaku kalah karena telah menggunakan Sistem Bilangan Hindu Arab, bukan Sistem Bilangan Indonesia –jago orang banyak sudah berkeok ria.

Jadi, masalahnya sederhana, “ada atau tidak ada keberanian mengaku salah dan kalah”.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Tanya Jawab dan tag , , . Tandai permalink.