136. UMAR bin KHOTOB MASUK ISLAM

Kramagung
Di sebuah pemberhentian khafilah di pinggiran kota Mekah. Dua orang lelaki berjalan melintas. Wajah mereka nampak keras diterpa angin gurun. Sayup-sayup terdengar irama padang pasir nan merdu mendayu …
(Hamdan dan Fariz keluar)
Adegan 1
Hamdan : Panas kali ini benar-benar terik
Fariz : Iya, oase-oase makin susut saja airnya
Hamdan : Sepertinya, tuhan Latta benar-benar murka
Fariz : Hmm, masuk akal …Tapi, mengapa?
Hamdan : Kau tahu kan? Pengikut Muhammad makin banyak
Fariz : Ah, soal itu … aku tahu … semua orang juga tahu …
Hamdan : Itulah penyebabnya
Fariz : Berarti, harus dicegah … Jangan sampai orang-orang memeluk agama Islam
Hamdan : Iya, kita boikot mereka
Fariz : Siiip … jangan mau membantu mereka
Hamdan : Biar tahu rasa
Fariz : Biar kapok … Enak-enak ikut tuhan Latta ganti ikut tuhan lain …
(Hamdan dan Fariz masuk. Ilyas dan Hunain keluar)
Adegan 2
Ilyas : Sejak bersahadat di hadapan Rosulullah SAW, hatiku kian tenang …
Hunain : Aku juga … rasanya makin tenteram hidup ini
Ilyas : Tapi, kita harus lebih berhati-hati
Hunain : Iya, … banyak yang tak suka dengan keislaman kita
Ilyas : Itulah yang kumaksud … Kita harus sembunyi=sembunyi …
Hunain : Sampai kapan harus begini?
Ilyas : Ya … sampai jumlah kita agak banyak
Hunain : Sampai kita kuat?
Ilyas : Iya, kita harus tampil seperti biasa
Hunai : Maksudmu?
Ilyas : Jangan mencolok
Hunain : Benar, jangan mencolok
Ilyas : Harus bisa tampil wajar …
(Ilyas dan Hunain masuk. Fuad dan Amri keluar)
Adegan 3
Fuad : Muhammad benar-benar tukang sihir
Amri : Ya, … tukang sihir hebat
Fuad : Lama-lama, bisa habis pemuja tuhan Latta
Amri : Wah, ini bahaya
Fuad : Kita harus tegas
Amri : Mereka harus dihukum
Fuad : Ajaran nenek moyang telah dilanggar
Amri : Betul betul … Orang memuja tuhan Latta kok dilarang
Fuad : Itu kan ngawur …
Amri : Kita harus bersatu untuk melawan mereka
Fuad : Tenang, … mereka hanya sedikit … Tapi, baiklah … mari, kita temui ketua …
Amri : Tepat, … mari kita ke sana …
(Fuad dan Amri masuk. Abu Jahal dan Abu Lahab keluar)
Adegan 4
Abu Jahal: Gila …ini benar-benar gila
Abu Lahab: Cck … cck … cck … orang berbondong-bondong masuk Islam
Abu Jahal: Harus dicegah, harus dihentikan …
(Hamdan dan Faris keluar. Mereka memberi salam. Abu Jahal dan Abu Lahab menjawab salam)
Hamdan : Celaka … sungguh celaka …
Fariz : Pengikut Muhammad bertambah banyak
Hamdan : Apa tindakan kita?
(Fuad dan Amri keluar. Mereka member salam, yang lain menjawab salam)
Fuad : Ketua harus segera ambil tindakan
Amri : Pengikut Muhammad terus bertambah
Abu Lahab: Kita musuhi mereka
Abu Jahal: Jangan diberi ampun
Semua : Sepakat, sepakat …
(Nazaruddin keluar dengan nafas terengah-engah)
Adegan 5
Nazaruddin: Celaka, celaka …
Abu Jahal: Ada apa?
Abu Lahab: Maksudmu? Bicara yang jelas …
Nazaruddin: Fatimah, adik perempuan Umar bin Khatab masuk Islam
Semua : Ha?!! Yang benar bicaramu, Zar!!!
Nazaruddin: Benar … malah suami dan anak-anaknya telah berislam semua
Abu Jahal: Ccck … ccck …ccck … gila …
Abu Lahab: Celaka-celaka … Umar bin Khatab harus diberi tahu
Fuad : Wah, ini bahaya …
Amri : Bisa-bisa akan menular ke mana-mana …
Abu Jahal : Kita lihat reaksi Umar
Abu Lahab: Umar bin Khatab jagoan kita … Ia harus menghukum mereka
(Ilyas dan Hunai keluar)
Adegan 6
Fariz : Mereka pengikut Muhammad
Abu Jahal: Oya?!!
Fariz : Benar, … mereka adalah Ilyas dan Hunain
Abu Lahab: Usir mereka!
Abu Jahal: Ambil batu!
Abu Lahab: Mereka tidak boleh melintasi jalan ini … Ini jalan kita …
Abu Jahal: Ambil batu, gampar mereka!
(Hamdan, Fariz, Amri, dan Fuad mengambil batu. Mereka melempari Ilyas dan Hunain)
Hunain : Hai, hai! … apa salahku?
Ilyas : Mengapa kalian melempari kami?
Abu Jahal: Kalian rendah, kalian hina
Abu Lahab: Kalian telah ikut ajaran Muhammad, itulah kesalahan kalian
Hunain : Bukankah memeluk agama itu soal Hak Azasi Manusia?
Abu Jahal: Hak azasi … hak azasi … kentut busuk, tahu?
Abu Lahab: Ayo pilih, menyembah tuhan Latta atau ikut agama Muhammad?
Hunain : Kami ikut ajaran Rosulullah SAW
Ilyas : Kalian tidak bisa memaksa kami … Ini soal hidayah …
Abu Jahal: Hajar mereka !!
(Orang-orang menganiaya Ilyas dan Hunain. Ilyas dan Hnain lari, masuk. Umar bin Khatab keluar sambil menghunus pedang)
Adegan 7
Umar : Mana, mana Muhammad … di mana dia?!
Abu Jahal: Ada apa Umar?
Umar : Di mana dia? Aku akan membunuhnya!
Abu Lahab: Mengapa? … Salah apa dia padamu?
Umar : Dia telah menyebarkan agama baru, … agama Islam
Abu Jahal: Kau tidak setuju?
Umar : Jelas tidak … Itu kan melanggar ajaran nenek moyang
Abu Lahab: Siiip, … pemuda sepertimu yang kami tunggu
Abu Jahal: Pemuda pemberani
(Abu Lahab mengedipkan mata kea rah Nazaruddin. Nazaruddin tersenyum)
Nazaruddin: Umar, Umar … urusan Muhammad, itu perkarakecil …
Umar : Maksudmu?!
Nazaruddin: Urus tuh adikmu, si Fatimah
Umar : Memangnya, mengapa dia?
Nazaruddin: Ia sudah berislam ..
Umar : Apa kau bilang?! … Apa kau bilang?!! … Apa kau bilang?!!!
(Umar mencengkeram dada Nazaruddin. Abu Jahal dkk. melerai )
Abu Jahal: Tenang Umar …
Abu Lahab: Sekarang, urusi dulu saudaramu …
Umar : Krang ajar si Fatimah …!!
(Umar menghempaskan Nazaruddin. Umar masuk, semua masuk. Fatimah, Fulan, dan anak-anaknya keluar)
Adegan 9
Fatimah : Anak-anak, ayo kita mulai …
Fulan : Ayo, perhatikan umi … tirukan, ya …
Anakanak : Ya, Abi
(Fatimah mengajari mengaji, Fulan memperhatikan. Pintu digedor Umar)
Umar : Fatimah! …Fatimah!!
(Anak-anak berlarian, yang perempuan memeluk Fatimah, yang laki-laki memeluk Fulan. Mereka ketakutan. Umar keluar, tangan Umar gemetar, pedangnya terjatuh)
Fatimah : Jangan takut, Nak …
Fulan : Jangan takut, Sayang … Ia Pak Umar, kakak umi
Anak-anak: Aku takut … aku takut… aku takut
Fatimah : Tenang, Sayang … Pak Umar orang baik, ia kakak umi …
Umar : Fatimah …! Apa yang kau kau lakukan?
Fatimah : Kakak, … aku sedang mengajari keponakanmu mengaji.
Umar : Mengaji? … Apa itu, Fatimah?
Fulan : Ia membimbing mereka …
Umar : Diam kau! Aku tanya Fatimah, tidak tanya kau!!
(Umar mendorong Fulan. Fulan terjatuh)
Adegan 10
Fatimah : Kakak, baiknya kau minum dulu
Umar : Aku tidak butuh air! … Cepat jawab, Fatimah!
Fatimah : Aku membimbing mereka mengingat Allah …
Umar : Allah? Siapa Dia, Fatimah?
Fatimah : Allah adalah pencipta alam semesta ini, Kakak
Umar : Bukankah semua ini ciptaan tuhan Latta, Fatimah?
Fatimah : Kakak salah … semua ketua salah … dan semua orang juga salah … Latta hanyalah sebuah patung batu
Umar : Jadi, dia bukan tuhan?
Fatimah : Bukan, Kak … dia hanyalah patung batu … (Umar menghela nafas)
Umar : Fatimah, coba kau baca lagi yang tadi kau ajarkan pada mereka
Fatimah : Kakak ingin mendengarnya?
Umar : Cepat, Fatimah …
(Fatimah pun mengaji, semua terpaku di tempat asing-masing)
Umar : Subhanallah, alangkah indahnya … Aku akan masuk Islam … Aku akan menemui Muhammad rosulullah …
(Semua masuk. Abu Bakar, Hunain, Ilyas, dan beberapa sahabat keluar. Semua duduk bersila. Umar keluar sambil membawa pedang)
Adegan 11
Umar : Mana Muhammmad, mana Muhammad!
Abu Bakar : Hai, Umar … Apa yang kau lakukan di sini? Jika akanmembuat keributan, pergilah …
Umar : Abu Bakar … bantulah aku … Aku ingin menemui Muhammad…
Abu Bakar : Untuk apa? Apa urusanmu dengan beliau?
Umar : Abu Bakar, … aku … aku …aku akan masuk Islam …
Semua : Subhanallah …
Abu Bakar : Umar, kau sadar dengan yang kau katakan?
Umar : Ya, aku sadar … Dosaku telah setinggi gunung, aku mau bertobat dengan masuk Islam
Abu Bakar : Baiklah, tunggu di sebentar … aku minta ijin ke Rosulullah untuk mengislamkanmu
(Semua diam dalam keheningan)
Abu Bakar : Baiklah, Umar … tirukanlah
(Abu Bakar membacakan dua kalimat shahadat, Umar menirukan. Abu Bakar melanjutkan dengan membaca doa)
Semua : Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar
Umar : Alhamdulillah, sekarang aku sudah beragama Islam … Siapa-siapa yang mengganggu
umat Islam maka akan menjadi musuhku …
Semua : Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar
(Semua berpelukan, semua masuk)

Tamat

Catatan : Nama tokoh pendamping dan tempat kejadian hanyalah rekaan penulis untuk memudahkan alur cerita. Oleh karena itu, jika salah mohon dimaafkan /diluruskan. Penulis ruju’ pada pendapat yang benar.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Drama dan tag , , . Tandai permalink.