35. Apakah raja digaji?

Jawaban :
Perlu diperhatikaan bahwa raja yang dimaksud dalam Tarian Raja Garuda bukan raja yang telah dikenal. Raja yang dimaksud adalah Noto, atau yang setelah di- INDONESIA -kan menjadi Nata.
Mengapa dengan raja yang telah dikenal? Apakah mereka disingkirkan begitu saja setelah bakti mereka berikan? Sesungguhnya, masa bakti raja yang telah dikenal sebagai raja telah usai. Sederhananya, raja yang telah dikenal telah naik kelas dengan menjadi Nata.
Sekarang, mari kita lihat penataan territorial. Ada sebelas tingkatan teritorial, yaitu : 1. Negaara; 2. Bagian; 3. Wilayah; 4. Provinsi; 5. Karesidenan; 6. Kabupaten; 7. Kota; 8. Kawedanan; 9. Kecamatan; 10. Desa; 11. Kelurahan. Kesemuanya mempunyai Nata sendiri-sendiri, sesuai level masing-masing. Dengan demikian –misalnya – ada Nata Kelurahan X, Nata Kawedanan Y, Nata Bagian Z, dan sebagainya.
Pertumbuhan Nata menyesuaikan dengan pertumbuhan penduduk. Maksudnya, ketika suatu territorial naik status maka dengan sendirinya status Nata pun naik. Contoh : Dadap adalah Nata Kelurahan X. Jumlah penduduk di Kelurahan X berkembang sehingga terjadi pemekaran wilayah. Nah, ketika jumlah hasil pemekaran wilayah tersebut telah mencapai 5 sampai 10 maka Kelurahan X pun naik status menjadi desa, sedangkan si Dadap pun menjadi Nata Desa X. Sebagai catatan, jumlah penduduk dalam satu kelurahan adalah ± 1000 kepala keluarga (± 4000 jiwa).
Kembali kepertanyaan, apakah raja digaji? Jawabannya adalah YA. Pertanyaan selanjutnya, berapa? Misal, jumlah penduduk Kelurahan X sebanyak 4000 jiwa, maka gaji Nata Kelurahan X adalah Rp 4 000 000,- yang setelah Sistem Bilangan Hindu Arab dikonversikan ke Sistem Bilangan Indonesia menjadi Rp 400 0000,- yang setelah disenering menjadi Rp 400,- .
Berarti, berapa gaji Nata Negara Indonesia? Dengan jumlah penduduk (misalnya) 250 000 000 jiwa maka gaji Nata Negara Indonesia adalah Rp 250 000 000,- yang setelah Sistem Bilangan Hindu Arab dikonversikan ke Sistem Bilangan Indonesia menjadi Rp 2 5000 0000,- yang setelah disenering menjadi Rp 2 5000,- … Sesungguhnya, tidaklah tepat penggunaan istilah digaji bagi Nata Negara … Sebab, Nata Negara tidak bekerja di lahan orang lain, tidak menjadi kuli di negara sendiri …
Pertanyaan terakhirnya, uang siapa yang digunakan untuk menggaji mereka? Yang pasti bukan uang Anda, tetapi uang tersebut adalah uang milik Negara …

Ingat, kekuatan bilangan terlihat setelah masuk ke uang …

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Tanya Jawab dan tag , . Tandai permalink.