37. Keadilan yang tertinggi adalah ketidakadilan yang tertinggi pula, bagaimana maksudnya?

Jawaban
Misalkan :
Keadilan tertinggi = (a)
Ketidakadilan tertinggi = (b)
Pada sebuah titik, (a) dan (b) bertemu. Nah, karena (a) dan (b) hanya dikenal oleh manusia maka, titik bertemunya (a) dan (b) pun berupa sosok manusia pula. Artinya, sosok tersebut memegang (a) di satu tangan dan (b) di tangan yang lain.
Jika sosok tersebut melepaskan (a) maka keadilan di muka bumi akan tercipta. Begitu pula sebaliknya, jika ia melepaskan (b) maka ketidakadilan yang akan tercipta.
Dengan demikian, yang dimaksud dengan pertanyaan di atas adalah : Sosok manusia yang mengendalikan keadilan dan juga ketidakadilan dimuka bumi (paling tidak di Indonesia). Dengan atau Tanpa ada ikatan dengan semua produk perundang-undangan yang berlaku sosok tersebut akan terus melaju … Pertanyannya pun bergulir, keadilan atau ketidakadilan tersebut menuurt fersi siapa? Aku, Kamu, atau Ia? Dan, jawaban pun akan semakin panjang … Sebab, Aku bukan siapa-siapa. Aku hanyalah seorang hamba Allah SWT. Sementara Kamu, siapa? Ia, siapa?
Nah, –hasil pekerjaanku tentang keadilan– untuk masalah ekonomi, silakan lihat Ekonomi Indonesia. Tentang demokrasi, silakan lihat Negeri Khayangan, Tentang koruptor, silakan lihat Menghitung Sisa Uang Koruptor. Tentang birokrasi, silakan lihat Reformasi Sungguhan, dan lain-lain.
Moga berkenan.

Tentang Sang Nata Sugiarno

Sang Nata Sugiarno bukan siapa-siapa ...
Pos ini dipublikasikan di Tanya Jawab dan tag , , , , , . Tandai permalink.