Arsip Tag: serba serbi

60. Tempat Dewa di Khayangan


Lho, masak “dewa” suka mengganggu? “Dewa” kan baik hati, demikian mungkin pikir Anda. Memang, dewa baik hati, tetapi “dewa” tidak. Alih-alih baik hati, perilakunya tidak ada yang patut dicontoh. Anda tahu lintah, atau paling tidak pernah mendengar? Jika belum, baiklah. Saya beri tahu, lintah adalah makhluk penghisap darah, bentuknya seperti cacing. Jika dibunuh dengan cara yang salah maka jumlahnya kian banyak. Begitulah “dewa”. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Noto Bangsa | Tag , , ,

15. Komunis, siapa takut? Kapitalis, siapa pula yang takut?


Pada padang perburuan yang bebas, di situlah berlaku hukum komunis. Namun, ketika para pemburu sudah berhasil menangkap buruannya, di situ berlaku hukum kapitalis. Ketika pemburu yang satu merebut hasil buruan pemburu yang lain, maka bukan nilai Pancasila yang dipakai, namun nilai bar-bar… Setahu saya, antara komunis dan kapitalis itu bersaudara, kembar malah. Oleh sebab itu, INDONESIA -is tidak takut komunis dan juga tidak takut kapitalis. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Tanya Jawab | Tag , , , , , | 2 Komentar

14. Apa akibat dari buta huruf 100% terhadap Aksara Indonesia?


urgensitas akan kemunculan Aksara Indonesia berkaitan dengan perindustrian. Dengan memiliki aksara sendiri, paling tidak, pasar industri berbasis aksara berada di tangan bangsa sendiri. Sebab, di situ terjadi perubahan secara alami /tidak terjadi lompatan teknologi –dari manual ke teknologi sederhana, lalu ke teknologi tinggi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Tanya Jawab | Tag , , , , ,